Mengenal Intrauterine Growth Restriction (IUGR) pada Kehamilan
Ibu dan Anak

Mengenal Intrauterine Growth Restriction (IUGR) pada Kehamilan

15 Oktober 2025 4 menit waktu baca
iugr adalah (intrauterine growth restriction)

Intrauterine growth restriction atau IUGR adalah kondisi ketika berat janin tidak sesuai usia kehamilan. Kondisi ini menandakan tumbuh kembang janin terhambat. Namun, perlu diketahui bahwa IUGR berbeda dengan BBLR (berat bayi lahir rendah).

 

IUGR dapat menyebabkan BBLR, tetapi tidak semua bayi yang mengalami BBLR yang menderita IUGR. Mari simak informasi lebih lanjut tentang IUGR dalam kehamilan pada artikel berikut ini.

 

Apa itu IUGR (Intrauterine Growth Restriction)?

 

Intrauterine growth restriction atau IUGR adalah kondisi ketika janin berukuran lebih kecil daripada ukuran ideal di usianya. Kondisi ini dapat diketahui dengan menghitung usia kehamilan dan berat janin setiap kali ibu melakukan pemeriksaan rutin. IUGR dapat disebabkan oleh berbagai faktor, namun yang paling sering adalah kelainan plasenta.

 

IUGR terbagi menjadi dua jenis, yaitu simetris dan asimetris. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • IUGR simetris: Kondisi ketika pertumbuhan janin terhambat namun setiap bagian tubuhnya proporsional (simetris). Artinya, setiap bagian tubuh janin termasuk organ-organ di dalamnya berukuran lebih kecil.

  • IUGR asimetris: Pada kondisi ini, pertumbuhan janin terhambat (lebih kecil) namun dengan proporsi tubuh yang tidak normal. Ukuran kepala dan otak sesuai dengan usia kehamilan, namun lingkar perut lebih kecil dari seharusnya.

 

Penyebab IUGR

 

Penyebab paling sering IUGR adalah kelainan pada plasenta, salah satunya insufisiensi plasenta. Kelainan plasenta dapat menyebabkan suplai nutrisi dan oksigen dari ibu ke janin menjadi terganggu. Akibatnya, janin tidak mendapatkan asupan nutrisi serta suplai oksigen yang cukup untuk mendukung pertumbuhannya.

 

Di samping itu, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko IUGR adalah sebagai berikut:

 

  • Hipertensi saat hamil.

  • Diabetes yang tidak terkontrol.

  • Malnutrisi atau berat badan ibu rendah.

  • Anemia (kekurangan darah).

  • Penyakit pada jantung, paru-paru, dan ginjal.

  • Preeklamsia.

  • Infeksi selama hamil.

  • Kecanduan alkohol, merokok, atau narkoba.

  • Kelainan genetik, seperti down syndrome.

  • Gangguan pembentukan organ janin.

  • Jumlah air ketuban sedikit (oligohidramnion).

  • Ibu sering kelelahan atau stres berat.

 

Tanda-Tanda IUGR

 

IUGR umumnya tidak menimbulkan gejala atau keluhan yang spesifik pada ibu. Hanya saja, ukuran perut ibu hamil mungkin akan terlihat lebih kecil jika dibandingkan kehamilan seusianya. Adapun sejumlah indikator yang menunjukkan bahwa janin mengalami IUGR adalah sebagai berikut:

 

  • Ukuran janin lebih kecil, tidak sesuai dengan usia kehamilan ibu (usia gestasi), di mana ukuran bayi di bawah 10 persentil jika dibandingkan dengan usia gestasinya.

  • Janin tidak aktif bergerak selama trimester kedua atau di atas usia 5 bulan.

  • Hasil pemeriksaan USG menunjukkan bahwa pertumbuhan berat janin tidak maksimal.

 

Diagnosis IUGR

 

IUGR adalah kondisi yang dapat terdeteksi ketika ibu hamil menjalani pemeriksaan rutin. Selama pemeriksaan, biasanya dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) tentang kondisi kehamilan, keluhan ibu, serta seberapa aktif pergerakan janin.

 

Jika dokter mencurigai ibu mengalami IUGR, ada beberapa pemeriksaan penunjang yang akan direkomendasikan untuk memastikan kondisi tersebut, yaitu:

 

  • Pengukuran berat badan ibu: Untuk mendeteksi kondisi malnutrisi pada ibu.

  • Pengukuran tinggi rahim: Dengan mengukur jarak tulang kemaluan sampai ke bagian rahim paling atas untuk memperkirakan berat janin.

  • Pemeriksaan USG: Untuk mengetahui lingkar perut janin, lingkar kepala, dan jumlah cairan ketuban.

  • Pemeriksaan USG doppler: Untuk mendeteksi gangguan aliran darah dengan mengukur aliran darah plasenta dan pembuluh darah di otak janin.

  • Pemeriksaan amniocentesis: Untuk mendeteksi kelainan genetik yang mungkin menyebabkan kondisi IUGR.

 

Komplikasi IUGR

 

IUGR adalah kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti:

 

  • Janin meninggal tiba-tiba atau bayi lahir mati (stillbirth).

  • Berat badan lahir rendah (BBLR).

  • Bayi lahir tidak menangis.

  • Kelahiran prematur.

  • Kemungkinan menjalani persalinan caesar.

  • Aspirasi mekonium, kondisi ketika janin menghirup air ketuban yang tercampur dengan feses pertamanya di dalam rahim.

  • Kadar gula darah bayi rendah

  • Rentan mengalami infeksi.

  • Jumlah sel darah merah bayi sangat tinggi.

 

Cara Menangani IUGR

 

Beberapa perawatan yang direkomendasikan oleh dokter pada ibu hamil dengan kondisi IUGR adalah sebagai berikut:

 

  • Memantau kondisi janin dengan melakukan pemeriksaan kandungan lebih sering.

  • Memperhatikan pergerakan janin.

  • Menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, olahraga untuk ibu hamil, menghindari stres, dan minum suplemen atau vitamin kehamilan yang diresepkan dokter.

  • Istirahat yang cukup (bed rest), bisa di rumah sakit atau di rumah sendiri.

 

Sementara itu, jika ibu mengalami IUGR ketika usia kandungannya sudah mencapai 34 minggu atau lebih, biasanya dokter akan menyarankan untuk mempercepat persalinan melalui induksi. Namun, bila kondisi janin cukup berisiko, dokter mungkin mengambil tindakan operasi caesar.

 

Pencegahan IUGR

 

Setiap orang tua pasti menginginkan janin tumbuh dengan normal dan sehat. Agar bisa mewujudkan hal tersebut, beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah IUGR adalah:

 

  • Memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dengan mengonsumsi makanan sehat bergizi.

  • Mengonsumsi asam folat sejak program kehamilan dimulai.

  • Rutin berolahraga, misalnya melakukan yoga.

  • Menjalani pemeriksaan skrining genetik sebelum program hamil.

  • Mengonsumsi vitamin prenatal sesuai anjuran dokter.

 

Itulah informasi seputar IUGR (intrauterine growth restriction) yang penting untuk diketahui. Ibu hamil dapat melakukan pemeriksaan antenatal secara rutin di rumah sakit untuk memantau kondisi janin sekaligus guna meminimalkan gangguan atau komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu maupun janin. 

 

Ibu hamil juga bisa menggunakan NEST, yaitu sebuah layanan dan fasilitas lengkap yang didukung oleh tim dokter multidisiplin, seperti dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dokter spesialis anak, dokter spesialis anestesi, ahli gizi klinis, konsultan laktasi, dan tenaga medis profesional lainnya. Layanan NEST tersedia di Siloam Hospitals TB Simatupang dan Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang.

 

Apabila mengalami keluhan lain seputar kehamilan, jangan ragu kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan dokter. Untuk mempermudah, ibu bisa melihat jadwal dokter dan membuat janji temu secara mudah dan cepat melalui aplikasi MySiloam. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

Nest Artikel Banner

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail