Kesehatan Tubuh
Metastasis Tulang - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Metastasis tulang terjadi ketika kanker menyebar ke tulang dari bagian tubuh lain. Kondisi ini sering terjadi pada penderita kanker payudara, paru-paru, dan prostat. Nyeri tulang merupakan gejala yang paling umum, tetapi patah tulang juga sering terjadi. Mari simak penjelasan lebih lanjut tentang metastasis tulang dalam ulasan di bawah ini.
Apa itu Metastasis Tulang?
Metastasis tulang adalah kondisi ketika kanker dari organ lain menyebar ke tulang sehingga disebut juga sebagai kanker tulang sekunder. Tulang yang kaya akan pasokan arteri yang menjadikannya tempat umum penyebaran atau metastasis. Faktanya, tulang merupakan tempat metastasis ketiga tersering setelah paru-paru dan hati.
Kondisi ini biasanya terjadi pada penderita kanker payudara, kanker paru-paru, limfoma, multiple myeloma, dan kanker prostat. Namun, tak menutup kemungkinan bahwa jenis kanker lain juga dapat menyebabkan metastasis tulang.
Penyebab Metastasis Tulang
Metastasis tulang terjadi ketika sel kanker dari organ lain memasuki aliran darah dan bergerak ke tulang. Sesampainya di tulang, sel kanker tersebut akan mengganggu proses regenerasi sel tulang lama dengan sel tulang baru oleh osteoblas dan osteoklas. Berikut adalah penjelasan mengenai proses terjadinya:
Sel kanker menyebabkan osteoblas (sel pembentuk tulang) memproduksi terlalu banyak sel tulang baru. Ketika osteoblas membuat terlalu banyak sel tulang baru, tulang akan memiliki area pembentukan tulang yang tidak normal. Dokter biasanya menyebut area ini sebagai lesi osteoklerotik atau osteoblastik. Area ini terasa keras, namun rapuh.
Jika ada terlalu banyak sel tulang baru, osteoklas (sel pemecah tulang) harus melakukan pemecahan sel tulang lebih cepat. Ketika osteoklas memecah sel-sel tulang lebih cepat dari biasanya, zat-zat yang dilepaskan sel-sel tulang akan menciptakan lubang-lubang kecil di tulang. Dokter menyebut area ini sebagai lesi osteolitik. Lesi-lesi ini membuat tulang menjadi lebih rapuh dan lemah sehingga meningkatkan risiko terjadinya patah tulang.
Gejala Metastasis Tulang
Gejala paling umum dari metastasis tulang adalah nyeri tulang. Nyeri tersebut terasa seperti nyeri tumpul yang bisa bertambah parah di malam hari atau menimbulkan nyeri tajam yang muncul tiba-tiba. Di samping itu, metastasis tulang juga dapat menyebabkan:
-
Fraktur atau patah tulang.
-
Hiperkalsemia (kadar kalsium yang tinggi dalam darah).
-
Kompresi sumsum tulang belakang, kondisi ini membuat tumor menekan sumsum tulang belakang sehingga dapat menyebabkan nyeri punggung, kelemahan atau mati rasa di lengan dan kaki, serta inkontinensia urine dan inkontinensia alvi (pengeluaran feses menjadi tidak terkontrol).
-
Penurunan berat badan.
Diagnosis Metastasis Tulang
Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan tanya jawab medis (anamnesis) untuk mengumpulkan informasi tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Selanjutnya, dokter juga akan meminta pasien menjalani pemeriksaan penunjang sesuai dengan kondisi pasien masing-masing yang meliputi:
-
Tes darah untuk memeriksa kadar darah lengkap, panel metabolik, kalsium darah, dan lain-lain.
-
Tes pencitraan seperti bone scan, CT scan, MRI, PET scan, sinar-X.
Pengobatan Metastasis Tulang
Beberapa obat-obatan dan prosedur medis dapat membantu mengatasi nyeri akibat kondisi ini dan mencegahnya bertambah parah. Adapun beberapa perawatan yang umumnya dilakukan untuk menangani metastasis tulang adalah:
-
Pemberian bifosfonat, seperti pamidronate dan zoledronic, untuk memperkuat tulang dan mengurangi jumlah kalsium dalam darah.
-
Terapi hormon.
-
Obat pereda nyeri.
-
Steroid untuk membantu meredakan nyeri yang terkait dengan metastasis tulang dengan mengurangi pembengkakan dan peradangan di sekitar lokasi kanker.
-
Terapi antibodi monoklonal untuk mengurangi risiko patah tulang.
-
Radiasi intravena. Radiofarmasi dapat membantu mengendalikan rasa sakit yang disebabkan oleh metastasis tulang. Efek sampingnya dapat mencakup kerusakan pada sumsum tulang, yang dapat menyebabkan penurunan jumlah sel darah.
-
Kifoplasti untuk menangani fraktur akibat kompresi tulang belakang.
-
Operasi, dilakukan untuk memperkuat tulang yang rapuh, menangani tulang yang patah, atau mengangkat tumor.
-
Terapi fisik atau fisioterapi untuk meningkatkan kekuatan dan memperbaiki mobilitas pasien.
Komplikasi Metastasis Tulang
Perawatan bedah metastasis tulang sangatlah kompleks dan dapat mengakibatkan banyak komplikasi. Karena itu, menegakkan diagnosis yang tepat dan sedini mungkin merupakan hal yang sangat penting dan dapat mengurangi morbiditas pasien. Adapun komplikasi pembedahan yang dapat terjadi berupa:
-
Nyeri.
-
Perdarahan.
-
Infeksi.
-
Kerusakan saraf dan pembuluh darah yang mengakibatkan mati rasa atau kelumpuhan.
-
Kekambuhan tumor.
-
Kematian karena komplikasi bedah atau perkembangan penyakit.
Perlu dipahami bahwa penyebab dan gejala terkait metastasis tulang di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama yang mewakili kondisi tersebut. Bukan tidak mungkin, beberapa gejala yang disebutkan di atas juga terjadi pada kondisi medis lain, sehingga penting untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Ortopedi (Tulang) di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang tepat.
Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memeriksa riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.




