Kesehatan Tubuh
Mengenal Sistem Rangka Manusia, Fungsi, & Jenis Penyakitnya

Table of Contents
Sistem rangka manusia adalah bingkai utama tubuh yang terdiri dari rangkaian tulang dan sendi. Perlu diketahui, sistem rangka merupakan alat gerak pasif yang berfungsi sebagai tempat melekatnya otot-otot di dalam tubuh. Sistem rangka juga memiliki peran penting untuk menopang dan melindungi organ dalam tubuh. Untuk mengenal apa itu sistem rangka manusia selengkapnya, simak ulasan berikut ini hingga tuntas.
Apa itu Sistem Rangka Manusia?
Sistem rangka manusia merupakan rangkaian tulang dan sendi yang menjadi dasar bentuk dari tubuh manusia. Sistem rangka ini nantinya akan bekerja sama dengan otot, tendon, ligamen, dan jaringan ikat lainnya untuk membentuk sistem muskuloskeletal atau sistem gerak tubuh yang berfungsi dalam mendukung pergerakan tubuh.
Umumnya, manusia terlahir dengan 300 tulang untuk membentuk kerangka tubuh. Lalu, seiring dengan bertambahnya usia, beberapa jaringan tulang akan menyatu sehingga membentuk sistem rangka manusia yang terdiri dari 206 tulang. Perlu diketahui, setiap tulang manusia memiliki tiga lapisan utama, di antaranya adalah periosteum, tulang padat, dan tulang spons.
-
Periosteum: Membran keras yang berfungsi untuk menutupi dan melindungi bagian luar tulang.
-
Tulang padat: Lapisan yang berada di bawah periosteum, yang berfungsi untuk melindungi dan menyokong struktur tubuh bagian dalam.
-
Tulang spons: Lapisan terdalam tulang yang bertekstur lebih lembut dan berongga, yang berfungsi untuk menyimpan sumsum tulang.
Macam-Macam Sistem Rangka Manusia
Pada dasarnya, sistem rangka manusia dapat dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu rangka aksial dan rangka apendikular. Berikut adalah penjelasan tentang masing-masing sistem rangka.
A. Rangka Aksial
Rangka aksial adalah rangkaian tulang yang membentuk sumbu vertikal tubuh dan terdiri dari 80 tulang. Adapun beberapa jenis tulang yang termasuk ke dalam kerangka aksial adalah:
-
Tengkorak atau tulang kepala: Terdiri dari 22 tulang yang bisa diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu tulang kranial dan tulang fasial.
-
Tulang hyoid: Tulang dengan bentuk menyerupai tapal kuda yang terletak di bagian depan leher.
-
Tulang belakang: Tulang yang terdiri dari 24 ruas tulang, sakrum serta tulang ekor. Tulang ini terletak dari bagian bawah tengkorak hingga panggul.
-
Tulang dada: Terdiri dari 12 pasang tulang rusuk dan sternum untuk melindungi organ vital dalam tubuh, seperti jantung dan paru-paru.
-
Auditory ossicles: Terletak pada telinga bagian tengah yang terdiri dari tulang malleus, tulang stapes, dan tulang incus.
B. Rangka Apendikular
Rangka apendikular adalah rangka yang terdiri dari 126 tulang dan berfungsi untuk menyusun anggota gerak tubuh. Beberapa jenis tulang yang termasuk dalam rangka apendikular adalah:
-
Tulang belikat.
-
Tulang penyusun ekstremitas atas.
-
Tulang panggul.
-
Tulang penyusun ekstremitas bawah (tulang kaki, tulang femur).
Jenis Tulang dan Sendi dalam Sistem Rangka Manusia
Berdasarkan bentuknya, tulang dalam sistem rangka manusia dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:
-
Tulang pipih, memiliki permukaan yang datar dan lebar, seperti tengkorak, tulang rusuk, tulang belikat, dan tulang dada.
-
Tulang panjang, berbentuk lurus dan tipis, seperti tulang lengan atas (humerus), tulang paha (femur), tulang kering, dan tulang hasta (ulna).
-
Tulang pendek, berukuran kecil, seperti tulang lutut (patella) serta tulang penyusun telapak kaki dan tangan.
-
Tulang tidak beraturan, memiliki bentuk yang tidak beraturan dan berbeda dari ketiga jenis tulang di atas, seperti tulang belakang.
Selain itu, sistem rangka juga terdiri dari persendian yang menjadi tempat bertemunya dua tulang. Beberapa jenis sendi tulang yang berada pada sistem rangka adalah:
-
Sendi gerak: Memungkinkan manusia melakukan semua gerakan. Terdiri dari sendi peluru, sendi geser, sendi engsel, sendi pelana, dan sendi putar.
-
Sendi kaku: Memungkinkan lebih banyak pergerakan daripada sendi mati. Terdiri dari sendi pada tulang belakang atau di antara tulang rusuk dengan tulang dada.
-
Sendi mati: Berfungsi untuk menghubungkan tulang dan tidak dapat bergerak sama sekali. Contoh sendi mati adalah sendi pada tengkorak.
Fungsi Sistem Rangka Manusia
Pada dasarnya, fungsi sistem rangka manusia melibatkan tulang sebagai struktur utamanya. Adapun sejumlah fungsi tulang sebagai bagian dari sistem rangka manusia adalah sebagai berikut:
-
Menopang dan memberi bentuk tubuh.
-
Mendukung pergerakan tubuh.
-
Melindungi organ dalam tubuh.
-
Melindungi sistem saraf.
-
Memproduksi sel darah merah.
-
Menyimpan mineral dan nutrisi.
-
Sebagai tempat melekatnya otot yang memiliki peran penting dalam sistem gerak manusia.
Berbagai Gangguan pada Sistem Rangka Manusia
Terdapat sejumlah kondisi medis yang dapat memengaruhi fungsi sistem rangka di dalam tubuh, di antaranya sebagai berikut.
1. Fraktur (Patah Tulang)
Fraktur atau patah tulang adalah kondisi ketika keutuhan susunan tulang di dalam tubuh mengalami diskontinuitas (retak atau patah) menjadi beberapa bagian. Kondisi tersebut biasanya disebabkan oleh kecelakaan atau akibat cedera saat berolahraga.
2. Osteoporosis
Osteoporosis adalah menurunnya kepadatan tulang sehingga menyebabkan tulang menjadi keropos dan mudah retak atau patah. Jika sudah semakin memburuk, osteoporosis dapat menimbulkan beberapa gejala berupa nyeri pada tulang punggung bagian bawah, postur tubuh membungkuk, rentan mengalami patah tulang, hingga penurunan tinggi badan secara bertahap.
3. Osteomielitis
Osteomielitis adalah peradangan pada jaringan tulang dan di sekitarnya yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Kondisi ini kerap terjadi pada seseorang yang mengalami patah tulang terbuka akibat cedera, infeksi dari bagian tubuh lainnya yang menyebar ke tulang, hingga komplikasi pascaoperasi.
4. Rakitis
Rakitis adalah kelainan tulang pada anak-anak yang ditandai dengan melemah dan melunaknya tulang dalam tubuh sehingga menyebabkan tulang menjadi mudah patah. Penyebab utama rakitis adalah rendahnya asupan vitamin D atau defisiensi vitamin D. Kondisi ini biasanya dialami oleh anak berusia 6 bulan sampai dengan 3 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan kondisi ini juga dapat dialami oleh anak berusia di atas 3 tahun.
5. Kanker Tulang
Kanker tulang adalah kondisi medis yang terjadi ketika terdapat pertumbuhan sel-sel abnormal dan tidak terkendali pada jaringan tulang. Belum diketahui secara pasti apa penyebab kanker tulang. Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi ini terkait dengan mutasi gen tertentu, riwayat keluarga dengan penyakit kanker tulang, atau pernah terpapar sinar radiasi dari perawatan radioterapi untuk jenis kanker tertentu.
Cara Menjaga Kesehatan Sistem Rangka Manusia
Perlu diketahui, fungsi tulang dalam sistem rangka manusia dapat menurun seiring dengan bertambahnya usia. Karena itulah, penting bagi setiap individu untuk menjaga kesehatan tulang dan sistem rangka sebaik mungkin. Berikut adalah sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan sistem rangka manusia.
-
Mengonsumsi makanan tinggi kalsium dan vitamin D, seperti yoghurt, susu, keju, ikan salmon, dan lain-lain.
-
Berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 10–15 menit setiap hari guna membantu proses sintesis vitamin D di dalam tubuh. Sebelum berjemur, pastikan untuk mengaplikasikan sunscreen terlebih dahulu ke seluruh permukaan kulit.
-
Rutin berolahraga.
-
Berhenti merokok dan membatasi konsumsi minuman beralkohol.
-
Menggunakan alat pelindung diri yang lengkap saat berolahraga dan berkendara.
Penting untuk diketahui bahwa informasi yang tertera pada artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan saran medis dari dokter. Oleh karenanya, jika memiliki keluhan terkait kondisi tulang, segera kunjungi Dokter Spesialis Ortopedi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat.
Sebagai informasi, perbedaan dalam proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit adalah hal yang wajar, mengingat fasilitas kesehatan yang disediakan pun mungkin tidak sama. Namun, tenaga medis akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Rontgen Tulang Belakang Bawah Dan Ekor/VERT. Lumbosacral AP + LAT
Rontgen / X-Ray
Rp509.000
TERPOPULER
Vert. Cervicalis AP + Lateral / Rontgen Tulang Leher
Rontgen / X-Ray
Rp405.000
TERPOPULER
Arctic Genu / Rontgen Sendi Lutut (Uni Lateral)
Rontgen / X-Ray, Tulang/ Ortopedi
Rp289.000
TERPOPULER
Rontgen Sendi Bahu
Rontgen / X-Ray
Rp353.000
TERPOPULER
Rontgen Tulang Paha/Femur
Rontgen / X-Ray
Rp335.000
CT Scan Tulang Belakang Bawah Dan Ekor/Lumbosacral (Non Kontras)
CT Scan, Tulang/ Ortopedi
Rp2.808.000
TERPOPULER
1.5T MRI KNEE NON CONTRAST (1 SIDE)
MRI / MRA, Tulang/ Ortopedi
Rp2.870.000
TERPOPULER
MRI Sendi Bahu/Shoulder Non-Kontras (1 Sisi)
MRI / MRA
Rp2.870.000







