Anus Gatal - Gejala, Penyebab, Diagnosis, & Pengobatan
Kesehatan Tubuh

Anus Gatal - Gejala, Penyebab, Diagnosis, & Pengobatan

19 Mei 2025 • 7 menit waktu baca
anus gatal

 

Anus gatal adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan sensasi gatal di sekitar anus atau dubur. Anus gatal juga dikenal dengan istilah pruritus ani. Penyebab anus gatal dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi kulit yang bermasalah hingga gaya hidup yang tidak sehat. Lantas, bagaimana cara mengobati anus gatal? Mari simak pembahasan selengkapnya melalui artikel di bawah ini. 

 

Apa itu Anus Gatal (Pruritus Ani)?

 

Pruritus ani adalah istilah untuk mendeskripsikan kondisi dermatologis yang ditandai dengan rasa gatal di anus. Sensasi gatal ini bisa muncul di area sekitar atau di dalam anus sekalipun. Tingkat keparahan anus gatal ini pun bervariasi, mulai dari gejala gatal ringan hingga berat yang muncul secara terus-menerus atau hilang-timbul.

 

Keberadaan pruritus ani bisa sangat mengganggu kenyamanan karena rasa gatal yang intens membuat penderita tak dapat menahan hasrat atau keinginan untuk menggaruk. Apabila terbiasa menggaruknya, maka kondisi pruritus ani dapat memicu sejumlah komplikasi lanjutan.

 

Dalam beberapa kasus yang lebih intens misalnya, rasa gatal pada anus dapat disertai dengan sensasi terbakar, perih, nyeri, hingga pembengkakan di area sekitarnya. Maka dari itu, penting untuk mengidentifikasi gejala dan penyebabnya demi mengambil langkah tepat untuk meredakan gatal serta mencegah perburukan dan kekambuhan kondisi.

 

Gejala Anus Gatal

 

Selain rasa gatal, beberapa gejala lain yang bisa mengindikasikan pruritus ani adalah:

 

  • Munculnya hasrat untuk menggaruk atau menggosok area di sekitar anus yang sulit ditahan.

  • Pembengkakan di sekitar anus.

  • Terdapat lendir yang keluar dari anus.

  • Sensasi perih dan rasa terbakar pada anus.

  • Kulit di sekitar anus menjadi sangat kering.

  • Adanya rasa nyeri dan tak nyaman saat BAB.

  • Muncul ruam merah di area anus.

 

Penyebab Anus Gatal 

 

Rasa gatal di anus sebagian besar dipicu oleh saluran anus yang mengalami iritasi. Selain itu, anus gatal juga dapat disebabkan oleh sejumlah faktor lain. Berikut adalah beberapa penyebab anus gatal paling umum.

 

1. Hemorrhoid

 

Hemorrhoid (wasir) mengindikasikan bahwa pembuluh darah vena di sekitar anus mengalami pelebaran atau pembengkakan dan inflamasi. Hemorrhoid dianggap sebagai salah satu penyebab anus gatal yang sering dijumpai, khususnya pada wasir yang muncul di dalam rektum (anus) atau disebut juga hemorrhoid internal. Pada kasus ini, penderita dapat merasakan sejumlah gejala seperti gatal yang tak tertahankan hingga rasa sakit dan kesulitan untuk duduk.

 

2. Infeksi Cacing Kremi

 

Penyebab anus gatal lainnya juga bisa dipicu oleh infeksi cacing kremi. Keberadaan cacing kremi dapat memicu rasa gatal di anus hingga menciptakan iritasi kulit di sekitar anus yang serius. Cacing kremi (enterobius vermicularis) sendiri adalah parasit yang hidup di usus manusia.

 

Rasa gatal pada anus dapat muncul karena cacing kremi betina bergerak keluar dari anus pada malam hari untuk bertelur di sekitar area anus. Kondisi inilah yang memungkinkan sensasi gatal menjadi lebih intens pada malam hari. Infeksi cacing kremi umumnya tidak menyebabkan gejala yang parah selain gatal. Namun, kebiasaan menggaruk yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi tambahan pada kulit atau memicu infeksi sekunder. 

 

3. Memiliki Alergi 

 

Seseorang dengan kulit sensitif lebih berpotensi untuk mengalami pruritus ani. Pasalnya, kulit sensitif menjadikan penderita rentan mengalami iritasi kulit dan alergi karena paparan terhadap beberapa faktor pemicu, seperti tisu toilet, sabun mandi, pewarna pakaian, sabun pembersih area kelamin, hingga menyeka dan membersihkan anus dengan kasar.

 

4. Menderita Penyakit Kulit dan Kondisi Medis Tertentu

 

Sensasi gatal pada anus dapat muncul sebagai reaksi dari sejumlah penyakit kulit ataupun kondisi medis lainnya. Beberapa contoh penyakit yang dapat memicu anus gatal antara lain: 

 

  • Dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergi: Peradangan pada kulit yang disebabkan oleh kontak langsung dengan zat atau bahan yang berpotensi mengiritasi atau menyebabkan alergi pada area sekitar anus.

  • Dermatitis seboroik: Penyakit kulit kronis yang ditandai oleh kulit yang kering, bersisik, dan kemerahan di beberapa area, termasuk kulit kepala, wajah, dan di sekitar anus. 

  • Psoriasis: Penyakit kulit kronis yang ditandai dengan peradangan dan bercak merah dengan lapisan putih pada permukaan kulit. Pada penderita psoriasis, kulit di sekitar anus dapat menjadi kering, pecah-pecah, dan gatal.

  • Eksim (dermatitis atopik): Penyakit kulit inflamasi kronis yang ditandai dengan kulit kering, gatal, kemerahan, dan ruam merah.

  • Kondisi medis lainnya: Seperti diabetes, diare, tiroid, inkontinensia tinja, hingga kanker rektum.

 

5. Mengonsumsi Asupan yang Memicu Iritasi

 

Perlu diketahui bahwa gejala anus gatal dapat memburuk karena penderita mengonsumsi  asupan yang dapat memicu iritasi. Adapun beberapa jenis makanan serta minuman yang bisa memicu rasa gatal pada anus dan sebaiknya dibatasi asupannya antara lain:

 

  • Makanan yang terlalu pedas.

  • Susu dan produk olahannya.

  • Tomat.

  • Jeruk.

  • Cokelat dan kacang.

  • Minuman bersoda atau beralkohol.

  • Kopi, teh, dan minuman berkafein lainnya.

 

6. Kurang Menjaga Kebersihan Area Anus Setelah Buang Air Besar

 

Anus gatal adalah kondisi dermatologis yang dapat muncul apabila seseorang kurang memperhatikan kebersihan area anus setelah buang air besar (BAB). Dalam kondisi ini, feses yang masih tertinggal di kulit dubur dapat menyebabkan iritasi kulit dan memicu rasa gatal.

 

Maka dari itu, penting untuk memelihara kebersihan area anus setelah buang air besar. Selain membersihkan area dubur menggunakan air, penggunaan tisu toilet yang lembut juga disarankan demi memastikan area dubur dan sekitarnya kering sempurna.

 

7. Fisura Ani

 

Fisura ani ditandai dengan adanya retakan atau luka robek pada jaringan tipis (mukosa) yang melapisi anus. Selain dapat menyebabkan anus gatal, luka robek pada jaringan mukosa yang melapisi anus juga bisa memicu anus berdarah dan nyeri saat buang air besar. Kondisi ini sering terjadi di daerah posterior atau belakang anus karena beberapa faktor seperti:

 

  • Mengejan berlebihan saat BAB.

  • Diare kronis.

  • Feses yang keras.

 

8. Fistula Ani

 

Fistula ani adalah saluran abnormal yang terbentuk di antara ujung usus besar dan kulit di area anus akibat abses di dekat anus yang terus berkembang dan tidak ditangani dengan baik. Sensasi gatal pada anus dapat muncul karena keluarnya cairan nanah dari saluran tersebut yang berpotensi menyebabkan iritasi kulit. Selain itu, kelembapan di sekitar fistula ani juga dapat mendukung pertumbuhan bakteri atau jamur yang berpotensi menyebabkan peradangan atau rasa gatal.

 

Diagnosis Anus Gatal

 

Sebagai langkah menegakkan diagnosis pruritus ani, terdapat beberapa tahap pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter. Pemeriksaan umumnya dimulai dengan melakukan anamnesis atau wawancara medis dengan pasien mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien terlebih dahulu.

 

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara keseluruhan, terutama area di sekitar anus untuk meninjau apakah terdapat tanda-tanda infeksi maupun peradangan pada kulit di sekitar anus. Adapun pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis pruritus ani antara lain:

 

  • Biopsi, dengan mengambil sampel jaringan kulit di area sekitar anus untuk kemudian diteliti di laboratorium.

  • Pemeriksaan feses, untuk mengidentifikasi apakah terdapat parasit atau kuman tertentu lainnya yang bisa memicu anus gatal.

  • Kolonoskopi, dengan menggunakan alat khusus berkamera yang disebut sebagai kolonoskop untuk melihat bagian dalam anus, rektum dan usus besar.

  • Tes kulit, guna mendeteksi adanya reaksi alergi pada jaringan kulit di area anus. 

  • Scotch tape, dengan menempelkan plester di anus pasien untuk memeriksa kemungkinan pruritus ani karena infeksi cacing kremi.

 

Cara Mengobati Anus Gatal

 

Setelah mengetahui tahapan dalam menegakkan diagnosis pruritus ani, yang berikutnya perlu diketahui adalah bagaimana cara mengatasi anus gatal untuk membantu proses pemulihan dan pencegahan kekambuhan. Keputusan dalam menentukan pengobatan anus gatal sendiri harus dilakukan dengan mengacu pada penyebabnya terlebih dahulu.

 

Setelah menegakkan diagnosis, dokter biasanya akan menyarankan penggunaan obat-obatan seperti:

 

  • Antibiotik, antijamur, antivirus, atau antiparasit apabila pruritus ani pada pasien disebabkan oleh infeksi.

  • Krim kortikosteroid, terutama jika pruritus ani disebabkan oleh dermatitis. 

  • Memberi resep obat antihistamin untuk meredakan gejala gatal.

 

Agar upaya pengobatan lebih optimal, penderita anus gatal juga disarankan untuk menerapkan beberapa hal berikut:

 

  • Berhenti menggaruk anus meski rasa gatalnya tak tertahankan. 

  • Menerapkan sitz bath dengan merendam tubuh bagian bawah (terutama anus) selama 20–25 menit di dalam air hangat setelah buang air besar. 

  • Memastikan area anus kering sempurna sebelum menggunakan celana dalam.

  • Rutin membersihkan kuku dan memastikannya tetap pendek agar mencegah luka ketika tak sengaja menggaruk anus saat tidur. 

  • Menghindari hal-hal yang dapat memicu rasa gatal pada anus seperti menggunakan pakaian ketat, menggunakan tisu toilet yang beraroma, jarang mengganti celana dalam, dan menggunakan sabun dengan persentase bahan kimia keras yang berlebihan.

  • Rutin mengonsumsi makanan tinggi serat.

 

Dengan memahami gejala serta penyebab anus gatal, penderita pun diharapkan dapat mengidentifikasi langkah-langkah penanggulangan yang sesuai. Sejumlah cara mengobati anus gatal di atas juga dapat dilakukan sebagai upaya meredakan gejalanya.

 

Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi anus gatal. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Dermatologi (Kulit) di Siloam Hospitals terdekat. 

 

Sebagai informasi, tahap pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi anus gatal dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

My Siloam App

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail