Arteriosklerosis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Arteriosklerosis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

02 Mei 2025 5 menit waktu baca
arteriosklerosis adalah

Arteriosklerosis adalah kondisi medis yang terjadi ketika pembuluh darah arteri mengeras, menebal, dan kehilangan elastisitas karena adanya penumpukan plak lemak pada dinding pembuluh darah. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat menghambat aliran darah menuju berbagai organ tubuh. Mari simak ulasan lengkap mengenai apa itu arteriosklerosis melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Arteriosklerosis?

 

Seperti yang telah dijelaskan bahwa arteriosklerosis adalah kondisi di mana terjadi pengerasan, penebalan, dan berkurangnya elastisitas pada dinding pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak lemak. Sebagai informasi, arteri merupakan pembuluh darah yang berfungsi untuk mengalirkan darah yang kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh.

 

Perbedaan Arteriosklerosis dan Aterosklerosis

 

Arteriosklerosis sering kali dianggap sama dengan aterosklerosis karena keduanya merupakan kondisi pengerasan atau penyempitan pada pembuluh darah. Meski demikian, perlu diketahui bahwa arteriosklerosis adalah suatu hal yang berbeda dengan aterosklerosis. 

 

Perlu diketahui, arteriosklerosis merupakan istilah umum pengerasan pembuluh darah yang mencakup seluruh kondisi terkait dengan pengerasan pembuluh darah arteri. Sementara itu, aterosklerosis adalah salah satu jenis arteriosklerosis yang terjadi karena penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain di bagian dalam (inner lining) dari dinding pembuluh darah arteri.

 

Di samping aterosklerosis, arteriosklerosis juga memiliki klasifikasi lain, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Arteriolosklerosis: Kondisi ini hampir mirip dengan aterosklerosis. Namun, yang membedakannya adalah arteriolosklerosis terjadi karena adanya penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah arteri yang lebih kecil (arteriol).

  • Mönkeberg’s arteriosclerosis: Jenis arteriosklerosis yang disebabkan oleh penumpukan kalsium pada lapisan tengah (lapisan media) dari arteri muskular. Kondisi ini cenderung jarang terjadi.

 

Penyebab Arteriosklerosis

 

Arteriosklerosis dapat terjadi karena adanya kerusakan pada dinding pembuluh darah arteri yang disebabkan oleh plak yang terbentuk dari lemak, kolesterol, atau kalsium yang menumpuk pada dinding arteri. Belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya kerusakan pembuluh darah arteri tersebut. Namun, sejumlah faktor yang dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah arteri dan meningkatkan risiko seseorang mengalami arteriosklerosis, yaitu: 

 

  • Faktor usia. Seiring bertambahnya usia, risiko terjadinya arteriosklerosis akan semakin meningkat.

  • Kebiasaan merokok.

  • Menderita kondisi medis tertentu, seperti penyakit ginjal kronis, tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol tinggi, trigliserida tinggi, sindrom metabolik, diabetes tipe 2, obesitas, dan sebagainya.

  • Mengalami peradangan akibat lupus, infeksi, atau artritis.

  • Jarang berolahraga.

  • Pola makan yang tidak sehat.

  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung.

 

Gejala Arteriosklerosis

 

Sebagian besar kasus arteriosklerosis tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Gejala baru muncul ketika telah terjadi penyumbatan pada pembuluh darah arteri. Di mana, kemunculan gejala tersebut tergantung pada lokasi pembuluh darah arteri yang tersumbat. Berikut penjelasannya.

 

  • Apabila arteriosklerosis terjadi pada pembuluh darah arteri jantung, risiko serangan jantung pun akan meningkat, di mana beberapa gejala yang dapat muncul dan patut diwaspadai adalah:

  • Jika terjadi pada pembuluh darah arteri yang menuju otak, risiko serangan stroke pun meningkat. Gejala yang perlu diwaspadai adalah:

    • Mati rasa dan ketidakmampuan menggerakkan tungkai, biasanya terjadi di satu sisi tubuh.

    • Mual dan muntah.

    • Gangguan penglihatan.

    • Kesulitan untuk berbicara.

    • Wajah terkulai.

  • Jika terjadi pada pembuluh darah arteri yang menuju tungkai, hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya peripheral artery disease. Gejala yang dapat muncul, yaitu:

    • Nyeri pada kaki saat digerakkan dan nyeri berkurang saat beristirahat (klaudikasio).

    • Penurunan tekanan darah pada pada sisi tungkai yang terdampak.

  • Apabila terjadi pada pembuluh darah arteri menuju ginjal, hal tersebut dapat menimbulkan beberapa kondisi, seperti:

 

Diagnosis Arteriosklerosis

 

Penegakan diagnosis arteriosklerosis dapat dilakukan dengan melakukan wawancara medis (anamnesis) terlebih dahulu untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien serta keluarga. Lalu, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

 

Adapun pemeriksaan fisik yang dimaksud, di antaranya seperti mendengarkan denyut jantung dengan stetoskop, mengukur perbedaan tekanan darah di kaki dan lengan (ankle-brachial index) jika dokter mencurigai pasien terkena peripheral artery disease, serta memeriksa denyut nadi pada area di dekat pembuluh darah arteri yang terdampak.

 

Untuk membantu mengonfirmasi diagnosis arteriosklerosis, dokter juga dapat melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang, seperti:

 

 

Pengobatan Arteriosklerosis

 

Pada kasus yang tergolong ringan, dokter dapat menangani arteriosklerosis dengan menyarankan pasien untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, seperti rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, dan mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Di samping itu, beberapa metode penanganan lainnya yang dapat dilakukan untuk menangani arteriosklerosis adalah sebagai berikut:

 

  • Pemberian obat-obatan, untuk memperlambat atau menghentikan dampak arteriosklerosis. Beberapa jenis obat-obatan yang dapat digunakan untuk menangani arteriosklerosis adalah:

    • Obat golongan fibrat atau statin, untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

    • Obat antiplatelet, untuk mencegah penggumpalan darah.

    • Penghambat beta (beta-blocker), untuk menangani gangguan irama jantung.

    • ACE inhibitors, antagonis kalsium, dan diuretik, untuk menangani tekanan darah tinggi.

  • Tindakan operasi. Apabila arteriosklerosis dikhawatirkan dapat merusak otot dan jaringan pembuluh darah, dokter dapat melakukan tindakan operasi. Beberapa metode operasi yang umum dilakukan, yaitu:

    • Endarterektomi, untuk mengangkat plak yang berada di dalam pembuluh darah arteri.

    • Angioplasti dan pemasangan stent, untuk melebarkan pembuluh darah yang menyempit.

    • Operasi bypass jantung, prosedur untuk mengembalikan aliran darah ke otot jantung yang tidak mendapatkan suplai darah yang cukup akibat penyumbatan pembuluh darah arteri dengan membuat akses atau jalan baru menggunakan pembuluh darah dari bagian tubuh lain seperti dari lengan atau betis.

 

Komplikasi Arteriosklerosis

 

Arteriosklerosis dapat mengganggu aliran darah normal dari jantung ke seluruh tubuh. Akibatnya, banyak organ dan jaringan di dalam tubuh tidak bisa memperoleh nutrisi dan oksigen yang cukup sehingga mengganggu fungsi organ-organ tersebut. Kondisi ini juga berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti:

 

 

Pencegahan Arteriosklerosis

 

Pada dasarnya, pencegahan arteriosklerosis dapat dilakukan dengan menghindari berbagai faktor risikonya. Caranya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat sebaik mungkin. Adapun pola hidup sehat yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya arteriosklerosis adalah sebagai berikut:

 

  • Berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok.

  • Rutin berolahraga.

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, serta memperbanyak asupan buah-buahan dan sayuran.

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Tidur yang cukup, yaitu 7–9 jam setiap malam.

  • Mengelola stres dengan baik.

  • Menjalani pengobatan secara rutin apabila menderita kondisi medis tertentu yang bisa memicu terjadinya arteriosklerosis.

 

Perlu diingat, arteriosklerosis dapat berkembang secara bertahap dan sering kali tidak menimbulkan gejala khas jika masih dalam kategori ringan. Jika sudah semakin memburuk, kondisi ini bisa memengaruhi kerja jantung sehingga berisiko membahayakan kesehatan tubuh.

 

Maka dari itu, sangat penting untuk mewaspadainya dengan menjalani Medical Check Up Jantung secara berkala. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengevaluasi kondisi jantung sekaligus mendeteksi sumbatan pada pembuluh darah jantung.


Di samping itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kardiologi (Jantung) di Siloam Hospitals apabila mengalami kondisi yang mengarah pada arteriosklerosis. Dengan begitu, Anda bisa memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat serta sesuai dengan kondisi tubuh.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail