Hipertrigliseridemia - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Hipertrigliseridemia - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

02 Juni 2025 4 menit waktu baca
Hipertrigliseridemia adalah

 

Hipertrigliseridemia adalah kondisi ketika kadar trigliserida (salah satu jenis lemak) dalam darah berada di atas batas normal. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh setiap individu karena bisa meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan yang lebih serius, seperti aterosklerosis hingga penyakit jantung. Untuk memahami apa itu hipertrigliseridemia selengkapnya, Anda dapat menyimak artikel berikut ini sampai tuntas.

Apa itu Hipertrigliseridemia?

Hipertrigliseridemia adalah kondisi medis yang ditandai dengan tingginya kadar trigliserida di dalam darah. Sebagai informasi, trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Namun, jika kadarnya melebihi batas normal, trigliserida dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular.

 

Secara umum, kadar trigliserida normal pada orang dewasa adalah di bawah 150 mg/dL. Kadar trigliserid 150–199 mg/dL tergolong agak tinggi (borderline), dan di atas 200 mg/dL tergolong tinggi.

Penyebab Hipertrigliseridemia

Penyebab hipertrigliseridemia cenderung beragam. Pada kasus familial hypertriglyceridemia (hipertrigliseridemia yang diturunkan dari keluarga), kondisi tersebut disebabkan oleh kombinasi genetik dan faktor lingkungan. Selain genetik, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hipertrigliseridemia adalah sebagai berikut:

 

  • Menerapkan gaya hidup tidak sehat, seperti:

    • Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

    • Asupan karbohidrat olahan, gula, dan lemak yang berlebihan.

    • Jarang bergerak (gaya hidup sedentari).

  • Menderita kondisi medis tertentu, seperti:

  • Wanita menopause.

  • Wanita hamil.

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti:

    • Antipsikotik, seperti clozapine dan olanzapine.

    • Antiretroviral yang digunakan untuk menangani HIV.

    • Beta-blocker.

    • Kortikosteroid.

    • Terapi estrogen.

    • Tamoxifen.

    • Thiazides.

    • Cyclophosphamide.

  • Menderita penyakit yang berkaitan dengan faktor genetik, seperti:

    • Familial combined hyperlipidemia, yaitu kelainan genetik yang menyebabkan kadar trigliserida dan kolesterol LDL melebihi batas normal, sedangkan kadar kolesterol HDL cenderung rendah.

    • Familial dysbetalipoproteinemia, yaitu kelainan genetik yang menyebabkan kadar trigliserida dan total kolesterol melebihi batas normal.

    • Familial chylomicronemia syndrome, yaitu kelainan genetik yang menyebabkan kadar trigliserida dalam darah melebihi 1000 mg/dL.

Gejala Hipertrigliseridemia

Secara umum, hipertrigliseridemia cenderung tidak menimbulkan gejala tertentu. Namun, pada nilai trigliserid yang tergolong sangat tinggi, kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya xanthoma, yaitu benjolan kulit yang terbentuk akibat penumpukan lipid (lemak) di bawah kulit.

 

Xanthoma biasanya muncul di sekitar kelopak mata, namun bisa juga terbentuk di lutut, siku, atau telapak tangan. Selain xanthoma, terdapat komplikasi lain seperti pankreatitis akut yang memiliki gejala nyeri perut menjalar hingga ke punggung seperti ditusuk, mual, muntah, kembung, demam, serta perut membengkak.

Diagnosis Hipertrigliseridemia

Langkah pertama yang dapat dilakukan oleh dokter dalam menegakkan diagnosis hipertrigliseridemia adalah wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan, riwayat kesehatan pasien dan keluarga, jenis obat-obatan yang dikonsumsi, serta gaya hidup yang dijalani.

 

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti mengukur berat badan dan melihat apakah terdapat xanthoma. Guna membantu menegakkan diagnosis hipertrigliseridemia, dokter dapat melakukan tes darah untuk mendeteksi kadar lipid, termasuk trigliserida dan kolesterol, di dalam tubuh.

Pengobatan Hipertrigliseridemia

Pada dasarnya, pengobatan hipertrigliseridemia dapat dilakukan dengan modifikasi gaya hidup, penggunaan obat-obatan, serta menangani kondisi medis yang mendasarinya. Karena itu, dokter mungkin akan memerlukan beberapa metode untuk menangani kondisi ini. Berikut adalah uraian selengkapnya mengenai metode pengobatan hipertrigliseridemia:

 

  • Perubahan gaya hidup:

    • Menghindari konsumsi minuman beralkohol.

    • Membatasi konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat olahan, gula, dan lemak.

    • Memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3.

    • Rutin berolahraga.

    • Menurunkan berat badan, jika mengalami overweight atau obesitas.

  • Penggunaan obat-obatan, seperti:

    • Statin.

    • Fibrat, seperti fenofibrate.

    • Suplementasi omega-3 fatty acids.

  • Penanganan sesuai dengan penyebab yang mendasari hipertrigliseridemia. Misalnya obat antidiabetes atau injeksi insulin, apabila hipertrigliseridemia disebabkan oleh diabetes yang tidak bisa ditangani dengan modifikasi gaya hidup.

Komplikasi Hipertrigliseridemia

Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, trigliseridemia dapat meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis, yaitu pengerasan atau penyempitan pembuluh darah yang terjadi akibat adanya penumpukan plak lemak, kolesterol, dan kalsium. Aterosklerosis adalah kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat memicu serangan jantung (infark miokard) mendadak. Pankreatitis akut juga berisiko terjadi apabila trigliserida sudah mencapai angka > 500 mg/dL.

Pencegahan Hipertrigliseridemia

Dalam beberapa kasus, hipertrigliseridemia cenderung sulit untuk dicegah, terutama jika disebabkan oleh faktor genetik. Namun, terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya kondisi ini, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

  • Rutin berolahraga.

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol.

  • Membatasi asupan gula dan karbohidrat olahan.

 

Perlu diingat, informasi yang dijelaskan di atas hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter. Tanda dan gejala yang disebutkan pun tidak merepresentasikan kondisi hipertrigliseridemia dan bisa muncul pada kondisi medis lainnya.

 

Oleh karenanya, apabila mengalami gejala-gejala tidak biasa yang berkaitan dengan hipertrigliseridemia, penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis yang akurat serta penanganan yang tepat.

 

Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan di setiap rumah sakit mungkin akan berbeda, mengingat hal tersebut perlu disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan seluruh prosedur medis yang dilakukan sudah sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Sebagai upaya deteksi dini hipertrigliseridemia, Anda juga dapat melakukan Tes Trigliserida secara rutin yang tersedia di Siloam Hospitals. Praktis, pemesanan paket tersebut dapat dilakukan secara online melalui fitur dalam aplikasi MySiloam.

Sumber

Cleveland Clinic. Hypertriglyceridemia. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Hypertriglyceridemia. Diakses pada 2024 | Medline Plus. Familial hypertriglyceridemia. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail