Apa itu Limfadenitis? Ini Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Limfadenitis? Ini Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

03 Juni 2025 4 menit waktu baca
limfadenitis adalah

Limfadenitis adalah peradangan dan pembengkakan yang terjadi pada kelenjar getah bening yang biasanya disebabkan oleh infeksi berbagai jenis patogen, seperti bakteri, virus, jamur, ataupun parasit. Mari kenali penyebab, gejala, hingga pengobatan limfadenitis selengkapnya melalui pembahasan berikut ini.

 

Apa itu Limfadenitis?

 

Limfadenitis adalah suatu reaksi peradangan yang terjadi pada kelenjar getah bening. Sebagai informasi, kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem limfatik yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh untuk melawan berbagai patogen penyebab infeksi. 

 

Kelenjar ini tersebar di hampir seluruh bagian tubuh, terutama di area leher, ketiak, selangkangan, serta rongga perut dan dada. Ketika terinfeksi, kelenjar getah bening dapat meradang dan membengkak. Berdasarkan luasnya area yang terinfeksi, limfadenitis dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

 

  • Limfadenitis lokal: Peradangan terjadi di beberapa kelenjar getah bening di dekat area yang terinfeksi. Salah satu contoh limfadenitis lokal adalah peradangan pada kelenjar getah bening di leher akibat tonsilitis.

  • Limfadenitis umum: Peradangan terjadi di banyak kelenjar getah bening karena infeksi telah menyebar melalui aliran darah.

 

Penyebab Limfadenitis

 

Limfadenitis merupakan bentuk respons kelenjar getah bening terhadap infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit. Infeksi patogen tersebut dapat menyebar ke seluruh sistem limfatik hanya dalam beberapa jam. Adapun beberapa jenis patogen yang kerap menyebabkan terjadinya limfadenitis adalah:

 

  • Bakteri: Streptococcus sp., Staphylococcus aureus, Mycobacterium tuberculosis, Bartonella henselae, Yersinia pestis, Yersinia enterocolitica, Salmonella, dan lain-lain.

  • Virus: Epstein-Barr, Cytomegalovirus, Rubella, dan Parvovirus.

  • Jamur: Histoplasma capsulatum.

  • Parasit: Toxoplasma gondii.

 

Selain itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami limfadenitis adalah sebagai berikut:

 

 

Gejala Limfadenitis

 

Pada dasarnya, limfadenitis dapat menimbulkan gejala yang beragam, tergantung pada penyebab dan lokasi kelenjar getah bening yang terinfeksi. Namun, beberapa gejala umum yang kerap dialami oleh penderita limfadenitis adalah sebagai berikut:

 

  • Demam.

  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening yang terdampak, seperti di area leher, ketiak, atau selangkangan.

  • Kelenjar getah bening membengkak dan terasa nyeri, terutama saat disentuh.

  • Kulit kemerahan di daerah kelenjar getah bening yang terdampak.

  • Munculnya kumpulan nanah (abses) di kelenjar getah bening yang membengkak.

  • Keluarnya cairan dari kelenjar getah bening yang membengkak.

 

Komplikasi Limfadenitis

 

Jika tidak segera ditangani dengan tepat, limfadenitis berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi. Adapun komplikasi yang muncul pada setiap penderita bisa berbeda-beda, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Namun, beberapa kondisi medis yang sering kali muncul sebagai komplikasi limfadenitis adalah:

 

  • Selulitis, yaitu infeksi pada lapisan di bawah kulit.

  • Fistula, yaitu kondisi berupa terbentuknya saluran abnormal di antara dua rongga dalam tubuh.

  • Sepsis, yaitu kondisi yang disebabkan oleh reaksi berlebihan (ekstrem) dari sistem imun tubuh terhadap suatu infeksi.

 

Diagnosis Limfadenitis

 

Pada tahap awal diagnosis limfadenitis, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan dan gejala yang dialami, serta riwayat kesehatan pasien. Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan untuk mencari tahu dan memastikan lokasi serta tanda-tanda limfadenitis yang dialami oleh pasien.

 

Jika diperlukan, dokter juga dapat mengarahkan pasien untuk menjalani pemeriksaan penunjang yang meliputi:

 

  • Pemeriksaan laboratorium darah, seperti peningkatan jumlah sel darah putih dan C-reactive protein.

  • Kultur darah dan cairan getah bening untuk mengidentifikasi bakteri penyebab infeksi.

  • Tes pencitraan, seperti foto rontgen, CT scan, dan USG untuk mendeteksi kelenjar getah bening mana saja yang membengkak dan untuk mendeteksi kemungkinan adanya tumor kelenjar getah bening.

  • Pengambilan sampel (biopsi) dari sampel jaringan kelenjar getah bening.

 

Pengobatan Limfadenitis

 

Tujuan utama pengobatan limfadenitis adalah untuk menangani reaksi peradangan pada kelenjar getah bening serta menyembuhkan penyakit infeksi yang mendasarinya. Secara umum, beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menangani limfadenitis adalah:

 

  • Pemberian obat antibiotik jika limfadenitis disebabkan oleh infeksi bakteri.

  • Pemberian obat antivirus jika limfadenitis disebabkan oleh infeksi virus.

  • Pemberian obat antijamur jika limfadenitis disebabkan oleh infeksi jamur.

  • Pemberian obat antiparasit jika limfadenitis disebabkan oleh infeksi parasit.

  • Pemberian obat analgesik untuk membantu meredakan nyeri.

  • Pemberian kortikosteroid untuk membantu meredakan reaksi peradangan.

  • Tindakan operasi untuk menangani limfadenitis yang sudah menimbulkan abses. Melalui prosedur ini, dokter dapat membuat sayatan kecil di area kelenjar getah bening yang terdapat abses untuk membersihkan nanah.

 

Selain itu, guna membantu meringankan gejala, dokter juga dapat menyarankan pasien untuk melakukan sejumlah perawatan mandiri berikut ini:

 

  • Istirahat yang cukup.

  • Meletakkan kompres dingin untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan atau kompres hangat untuk meredakan nyeri.

 

Pencegahan Limfadenitis

 

Cara terbaik yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya limfadenitis adalah dengan menerapkan gaya hidup bersih dan sehat agar terhindar dari risiko infeksi. Adapun beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah limfadenitis adalah sebagai berikut:

 

  • Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

  • Istirahat yang cukup.

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

  • Rutin berolahraga.

  • Menggunakan masker dan selalu menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit.

  • Memperhatikan tingkat kematangan daging yang dikonsumsi.

  • Memperhatikan air minum yang dikonsumsi sehari-hari.

  • Jika terdapat luka pada tubuh, segera bersihkan menggunakan cairan antiseptik dan menutupnya dengan perban steril.

 

Jadi, limfadenitis adalah kondisi medis yang perlu mendapatkan penanganan sesegera mungkin untuk menghindari risiko terjadinya komplikasi. Jika Anda mengalami gejala tidak biasa yang mengarah pada limfadenitis, sebaiknya segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter Siloam Hospitals melalui layanan Telekonsultasi.

 

Telekonsultasi merupakan sebuah layanan dari Siloam Hospitals yang memungkinkan pasien untuk berkonsultasi, mendapatkan saran perawatan, hingga memperoleh resep obat-obatan dari dokter tanpa perlu keluar rumah. Namun, pasien mungkin perlu melakukan self pick-up (mengambil secara langsung) jika mendapatkan resep obat-obatan tertentu.

 

Selain itu, tersedia pula aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan berbagai fitur untuk mengakses layanan kesehatan lebih cepat, mulai dari membuat appointment dengan dokter, check in mandiri, hingga antre secara online sebelum mengunjungi Siloam Hospitals terdekat. Mari mudahkan akses layanan kesehatan Anda #BersamaSiloam.

 

telechat

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail