Kesehatan Tubuh
Seberapa Bahaya Kanker Kulit di Telinga? Kenali Gejala dan Risikonya

Table of Contents
Kanker kulit di telinga adalah salah satu jenis kanker yang dapat berkembang di bagian luar telinga, liang telinga, atau kulit di sekitar telinga. Kulit merupakan bagian tubuh yang sering kali terpapar sinar ultraviolet (UV) sehingga rentan terhadap kanker. Lantas, seberapa bahaya kanker kulit dan seperti apa gejala yang perlu diperhatikan? Mari temukan jawabannya melalui pembahasan di bawah ini.
Apa itu Kanker Kulit di Telinga?
Kanker kulit di telinga adalah pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak terkontrol pada telinga. Biasanya, kanker berawal dari bagian luar telinga. Apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kanker kulit di telinga dapat melakukan metastasis atau menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti telinga bagian dalam, tulang temporal, dan saraf wajah.
Beberapa jenis kanker kulit di telinga yang umumnya ditemukan adalah karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa. Kanker kulit di telinga biasanya bermula dalam bentuk sisik atau kemerahan pada kulit, luka (sores), dan benjolan. Di antara jenis kanker kulit di telinga, melanoma lebih mudah menyebar dan lebih berbahaya.
Penyebab Kanker Kulit di Telinga
Kanker kulit di telinga umumnya disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet dari matahari yang berlebihan. Pasalnya, sinar UV dapat merusak deoxyribonucleic acid (DNA) dalam kulit dan menyebabkan tumbuhnya sel-sel secara abnormal yang ganas atau bersifat kanker.
Sel-sel yang rusak tersebut bisa tumbuh dengan cepat dan membelah diri untuk membentuk sekumpulan sel kanker. Selain sinar UV, kanker kulit di telinga bisa juga disebabkan oleh kontak berulang dengan bahan kimia, seperti batu bara dan tar.
Seseorang yang sering kali beraktivitas di luar lebih berisiko terkena kanker kulit di telinga. Hal ini dikarenakan sinar UV lebih banyak mengenai kepala dan wajah. Adapun faktor risiko kanker kulit di telinga lainnya yang perlu diperhatikan adalah:
-
Riwayat keluarga dengan kanker kulit.
-
Memiliki banyak tahi lalat yang bentuknya tidak beraturan.
-
Berambut pirang atau merah, berkulit putih dengan freckles, atau memiliki warna mata terang.
-
Pernah menjalani transplantasi organ.
-
Pernah menjalani terapi sinar UV untuk mengobati eksim atau psoriasis.
-
Menderita keratosis aktinik, yaitu pertumbuhan lesi prakanker pada kulit yang bertekstur kasar, bersisik, dan berwarna merah muda hingga cokelat gelap.
-
Mengonsumsi obat yang bertujuan melemahkan sistem imunitas tubuh.
-
Sering beraktivitas di luar ruangan atau di bawah sinar matahari.
-
Berjemur di luar ruangan atau menggunakan tanning bed secara rutin.
-
Tinggal di dataran tinggi.
Gejala Kanker Kulit di Telinga
Kanker kulit di telinga menunjukkan sejumlah gejala, seperti tahi lalat atau bintik di kulit yang abnormal. Cara mengeceknya adalah melalui panduan ABCDE berikut:
-
Asymmetry: Bentuk yang tidak beraturan.
-
Border: Tepi atau batas lesi kulit yang sulit dibedakan dan tidak beraturan.
-
Color: Lesi kulit seperti bintik atau tahi lalat dengan warna tidak merata.
-
Diameter: Berukuran lebih besar dari 6 mm.
-
Evolution: Bisa tumbuh lebih besar dan mengalami perubahan dalam ukuran, bentuk, dan warna.
Selain panduan ABCDE, tampilan kulit telinga luar juga perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa gejala kanker kulit di telinga yang paling umum ditemukan:
-
Area kulit yang terdampak berubah warna.
-
Luka (sores) atau tahi lalat mengalami perubahan.
-
Bintik terasa gatal atau berdarah.
-
Muncul benjolan berwarna merah muda dengan tekstur keras dan bersisik.
-
Terdapat benjolan atau bintil yang mengilap.
-
Lesi kulit mirip bekas luka berwarna kuning atau putih.
-
Luka yang tidak kunjung hilang dalam empat minggu.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, melanoma merupakan jenis kanker kulit di telinga yang paling berbahaya. Mengingat melanoma dapat tumbuh dengan cepat, maka penting untuk mengantisipasi setiap tahi lalat atau tanda baru yang muncul di telinga atau bagian tubuh lainnya. Biasanya, pertumbuhan melanoma ditandai dengan karakteristik sebagai berikut:
-
Bentuk yang tidak simetris dan tanpa batas jelas.
-
Warna yang tidak seragam atau merata.
-
Warnanya bisa berubah menjadi merah, putih, atau biru saat tumbuh dan menyebar.
-
Dapat tumbuh dan berubah seiring waktu.
-
Ukurannya lebih besar dari penghapus pensil.
Diagnosis Kanker Kulit di Telinga
Dokter akan memulai pemeriksaan dengan menegakkan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui riwayat pasien dan keluarga. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan perubahan kulit pada telinga bagian luar. Apabila dokter mencurigai adanya kanker, dokter dapat merekomendasikan pasien untuk menjalani biopsi dan tes pencitraan, seperti CT scan atau MRI, untuk melihat kemungkinan penyebaran kanker.
Pengobatan Kanker Kulit di Telinga
Tujuan utama pengobatan kanker kulit di telinga adalah untuk menghancurkan sel-sel kanker, namun tetap mempertahankan sel yang sehat sebanyak mungkin. Dokter akan merencanakan pengobatan sesuai dengan stadium kanker. Beberapa prosedur yang dapat dilakukan untuk mengangkat kanker kulit di telinga:
-
Pembedahan eksisi: Pengangkatan kanker kulit dan beberapa jaringan sehat di sekitarnya dengan pisau bedah.
-
Pembedahan Mohs: Pengangkatan kanker kulit yang terlihat satu per satu hingga tidak ada lagi sel kanker yang tersisa.
-
Kuretase dan elektrodesikasi: Menggoreskan alat yang memiliki ujung tajam dan melingkar ke area kanker untuk mengangkatnya. Kemudian, sel kanker yang tersisa disingkirkan dengan jarum listrik.
Selain prosedur pembedahan, beberapa pilihan pengobatan lain untuk kanker kulit di telinga meliputi:
Kanker kulit di telinga menunjukkan gejala yang dapat dilihat secara langsung. Namun, tidak berarti semua gejala yang disebutkan mengindikasikan kondisi tersebut. Kendati demikian, jika Anda memiliki luka yang tidak kunjung sembuh di luar telinga, konsultasikan kondisi Anda dengan Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi dan Estetika di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Dokter akan menyesuaikan tahapan prosedur pemeriksaan dan memberikan rekomendasi pengobatan untuk setiap pasien sesuai dengan kondisi medisnya. Serangkaian tes dan penanganan pun akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit sehingga pelaksanaannya mungkin berbeda di satu lokasi dan lainnya.
Untuk mendapatkan penanganan kanker secara komprehensif, Anda bisa mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Di pusat pengobatan kanker unggulan dari Siloam Hospitals Group ini, Anda bisa menjalan prosedur pengobatan, mulai dari deteksi dini kanker, radioterapi, hingga kemoterapi untuk membantu menangani kondisi Anda.
Sumber
Cleveland Clinic. Skin Cancer on Ear. Diakses pada 2024 | Verywell Health. What Does Skin Cancer of the Ear Look Like?. Diakses pada 2024 | MedicalNewsToday. What to Know About Melanoma on the Ear. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Armina Haramaini, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini






