Berbagai Manfaat Temulawak untuk Kesehatan, Apa Saja?
Pola Hidup Sehat

Berbagai Manfaat Temulawak untuk Kesehatan, Apa Saja?

18 Oktober 2024 5 menit waktu baca
manfaat temulawak

 

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) adalah tanaman herbal asli Indonesia yang memiliki bentuk menyerupai kunyit. Tanaman herbal ini kerap digunakan untuk membumbui makanan atau dijadikan sebagai minuman herbal tradisional (jamu). Lantas, apa manfaat temulawak untuk kesehatan? Mari simak informasi selengkapnya di bawah ini.

 

Kandungan Temulawak

 

Temulawak atau Curcuma xanthorrhiza adalah tanaman herbal yang memiliki akar rimpang dan kulit berwarna kuning muda. Akar rimpang merupakan bagian dari tanaman temulawak yang paling sering dimanfaatkan untuk bumbu masakan ataupun minuman herbal tradisional. Akar rimpang temulawak umumnya berbentuk silinder dengan diameter sekitar 6 cm.

 

Secara umum, beberapa senyawa yang terkandung di dalam temulawak adalah sebagai berikut:

 

  • Pati.

  • Kurkuminoid.

  • Minyak atsiri (essential oil).

  • Protein.

  • Lemak.

  • Serat.

  • Kalium.

  • Natrium.

  • Kalsium.

  • Magnesium.

  • Zat besi.

  • Asam askorbat.

  • Niasin (vitamin B3).

  • Riboflavin (vitamin B2).

 

Manfaat Temulawak untuk Kesehatan

 

Berdasarkan penelitian dalam jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, temulawak diperkaya dengan berbagai jenis fitokimia (zat kimia yang terkandung di dalam tumbuhan), mulai dari terpenoid, kurkuminoid, dan senyawa fenolik lainnya. Berkat kandungan tersebut, temulawak dipercaya memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh. Berikut uraian selengkapnya:

 

1. Membantu Meredakan Peradangan

 

Manfaat temulawak untuk kesehatan yang pertama adalah dapat membantu meredakan peradangan. Studi berjudul Javanese Turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.): Ethnobotany, Phytochemistry, Biotechnology, and Pharmacological Activities menjelaskan bahwa temulawak mengandung senyawa yang bersifat antiinflamasi atau antiradang, yaitu xanthorrhizol, sehingga bisa membantu menangani periodontitis.

 

Di samping itu, berkat kandungan senyawa antiinflamasi ini, konsumsi temulawak secukupnya juga bisa membantu meredakan berbagai kondisi medis yang berkaitan dengan peradangan, seperti:

 

 

2. Membantu Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan

 

Menurut buku Herbal Medicine: Biomolecular and Clinical Aspects, temulawak juga dapat bermanfaat pada gangguan pencernaan, seperti mengurangi terjadinya flatus (kentut), jaundice (penyakit kuning), nyeri perut (kolik), dan distensi abdomen (kembung).

 

Selain itu, gejala dispepsia seperti kurang nafsu makan juga dapat diredakan dengan mengonsumsi temulawak. Manfaat lainnya adalah untuk pengobatan penyakit seperti familial adenomatosis polyposis, inflammatory bowel disease (penyakit Crohn dan kolitis ulseratif), hingga kanker kolon.

 

3. Membantu Menjaga Kesehatan Ginjal

 

Manfaat temulawak selanjutnya adalah dapat menjaga kesehatan organ ginjal. Hal ini telah dibuktikan pada penelitian dalam Journal of Functional Foods yang menjelaskan bahwa kurkumin (salah satu kelompok senyawa kurkuminoid yang terkandung dalam temulawak) dapat membantu menurunkan kadar kreatinin dan ureum dalam darah yang berkaitan dengan penyakit ginjal dan infeksi saluran kemih.

 

4. Membantu Meredakan Alergi

 

Studi pada tahun 2016 menjelaskan bahwa kurkumin yang terkandung di dalam temulawak juga dapat membantu meringankan gejala rinitis alergi, seperti bersin-bersin dan hidung tersumbat, dengan cara mengurangi resistensi aliran udara di rongga hidung.

 

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa senyawa kurkumin dapat memberikan efek imunomodulator (memodifikasi respons sistem imun dengan mengaktifkan mekanisme pertahanan alamiah dan adaptif tubuh), sehingga bisa membantu mengoptimalkan pemulihan alergi.

 

5. Membantu Meminimalkan Risiko Depresi dan Penyakit Alzheimer

 

Kandungan kurkumin pada temulawak jjuga dapat membantu meminimalkan risiko terjadinya depresi dan penyakit Alzheimer. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal internasional Nutrition Research menunjukkan bahwa kurkumin bisa meningkatkan kadar brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yaitu protein yang ditemukan di area otak yang berperan penting dalam fungsi memori serta kemampuan mengatur makan dan menjaga berat badan.

 

Sebagai informasi, depresi dan penyakit Alzheimer kerap dikaitkan dengan penurunan kadar BDNF serta penyusutan hippocampus, bagian otak yang berperan penting dalam fungsi memori dan pembelajaran. Selain itu, studi dalam Journal of Alzheimer’s disease juga menunjukkan bahwa kurkumin dapat membantu mengurangi penumpukan protein yang disebut plak amiloid di otak, yang dapat menyebabkan penyakit Alzheimer.

 

6. Membantu Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

 

Membantu menurunkan risiko penyakit jantung juga menjadi salah satu manfaat temulawak yang sayang untuk dilewatkan. Lagi-lagi, manfaat ini diperoleh berkat kandungan kurkumin di dalam temulawak. Penelitian dalam jurnal Cells menjelaskan bahwa kurkumin memiliki efek antioksidan yang bisa membantu melawan stres oksidatif yang kerap memicu terjadinya penyakit kronis, termasuk penyakit jantung.

 

Selain itu, dilansir dari studi dalam jurnal Aging, kurkumin juga bisa meningkatkan fungsi endotel yang merupakan lapisan pembuluh darah dalam tubuh. Perlu diketahui, gangguan pada lapisan endotel bisa menyebabkan gangguan pada tekanan darah, pembekuan darah, dan berbagai faktor lainnya yang dapat memicu terjadinya penyakit jantung.

 

7. Membantu Meminimalkan Risiko Penyakit Kanker

 

Manfaat temulawak yang terakhir namun tidak kalah penting adalah bisa membantu meminimalkan risiko terjadinya penyakit kanker. Hal ini juga telah dibuktikan pada penelitian dalam jurnal Nutrients, bahwa khasiat kurkumin dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker serta memodulasi proliferasi sel (kemampuan sel dalam memperbanyak dan membelah diri).

 

Penelitian tersebut juga menunjukkan kemampuan kurkumin dalam mengendalikan apoptosis sel. Perlu dipahami, kegagalan pengaturan apoptosis bisa menyebabkan sel membelah diri secara tidak terkendali sehingga dapat memicu tumbuhnya sel kanker, salah satunya kanker kulit.

 

Risiko Efek Samping Temulawak

 

Pada dasarnya, konsumsi temulawak relatif aman dan jarang menimbulkan efek samping tertentu. Namun, apabila dikonsumsi secara berlebihan, rempah-rempah ini dapat memicu terjadinya sejumlah efek samping, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Diare.

  • Sakit kepala.

  • Mual.

  • Tinja berwarna kuning.

 

Oleh karenanya, sangat penting untuk mengonsumsi temulawak secukupnya dan tidak berlebihan. Di sisi lain, perlu dipahami pula bahwa temulawak tidak bisa digunakan sebagai metode pengobatan utama berbagai masalah kesehatan yang dijelaskan di atas. Jika Anda mengalami gangguan kesehatan tertentu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter guna memperoleh diagnosis dan saran perawatan yang tepat.

 

Di samping itu, jika Anda ingin mengetahui saran asupan makanan sehat dan bergizi seimbang yang sesuai dengan kondisi tubuh, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik berpengalaman di Siloam Hospitals terdekat.

 

Lebih lanjut, apabila disarankan oleh dokter, Anda juga bisa memesan Paket Catering Sehat dari layanan Siloam at Home untuk mendapatkan asupan makanan sehat dengan gizi seimbang. Paket katering ini mencakup menu makanan yang telah disesuaikan dengan kondisi tubuh, kebutuhan gizi, dan rekomendasi pantangan yang perlu diterapkan.

Sumber

Healthline. Top 10 Evidence-Based Health Benefits of Turmeric. Diakses pada 2024 | National Center for Biotechnology Information (NCBI). Article on Turmeric and Health. Diakses pada 2024 | WebMD. Health Benefits of Curcumin. Diakses pada 2024 | National Center for Biotechnology Information (NCBI). Article on Curcumin. Diakses pada 2024 | National Center for Biotechnology Information (NCBI). Article on Gastroenterology. Diakses pada 2024. |

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail