Mengenal Angiogenesis Inhibitors untuk Pengobatan Kanker
Kesehatan Tubuh

Mengenal Angiogenesis Inhibitors untuk Pengobatan Kanker

26 Mei 2025 3 menit waktu baca
angiogenesis inhibitors

Terdapat berbagai jenis terapi untuk pengobatan kanker, salah satunya angiogenesis inhibitors. Angiogenesis inhibitors merupakan jenis terapi target yang bekerja dengan membatasi suplai darah yang diperlukan tumor untuk tumbuh dan berkembang. Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai angiogenesis inhibitors melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Angiogenesis Inhibitors?

 

Sebelumnya, perlu dipahami bahwa angiogenesis adalah proses pembentukan pembuluh darah baru. Proses ini dikendalikan oleh zat kimia tertentu yang dibuat secara alami oleh tubuh dan melibatkan migrasi, pertumbuhan, dan diferensiasi sel endotel yang melapisi dinding bagian dalam pembuluh darah. Angiogenesis berfungsi untuk membantu penyembuhan luka secara normal dan memasok darah yang kaya oksigen ke organ serta jaringan.

 

Namun, pada penderita kanker, pembentukan pembuluh darah baru justru dapat membantu pertumbuhan kanker. Pembuluh darah baru di dekat sel kanker akan memasok oksigen dan nutrisi kepada sel-sel ganas tersebut untuk membelah diri sehingga bisa terus tumbuh di jaringan sekitarnya dan memungkinkan sel kanker untuk bermetastasis (menyebar).

 

Seperti namanya, angiogenesis inhibitors adalah pengobatan atau terapi yang berguna untuk menghambat proses pembentukan pembuluh darah baru yang bisa mendukung perkembangan sel kanker. Terapi ini bisa digunakan untuk mengatasi berbagai jenis kanker, di antaranya: 

 

 

Cara Kerja Angiogenesis Inhibitors

 

Angiogenesis inhibitors tidak menargetkan sel kanker secara langsung, melainkan menghalangi pertumbuhan pembuluh darah baru yang dapat mendukung perkembangan sel ganas tersebut. Dengan begitu, sel kanker tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi yang cukup untuk berkembang.

 

Biasanya, angiogenesis dimulai ketika sinyal kimiawi, yang disebut sebagai vascular endothelial growth factor (VEGF), berikatan dengan reseptornya pada jenis sel yang dikenal sebagai sel endotel (sel yang melapisi pembuluh darah). Ketika VEGF berikatan dengan reseptornya, maka rantai sinyal di dalam sel endotel akan mendorong pembentukan pembuluh darah baru.

 

Angiogenesis inhibitors dapat menghambat pembentukan pembuluh darah tersebut dengan berbagai cara, di antaranya:

 

  • Memblokir pengikatan VEGF ke reseptornya, contoh obatnya yaitu bevacizumab dan ramucirumab.

  • Menghambat reseptor VEGF agar tidak memberi sinyal ke dalam sel endotel, contoh obatnya yaitu axitinib dan sorafenib.

  • Memengaruhi jalur sinyal antar sel agar bekerja untuk memblokir angiogenesis, contoh obatnya yaitu lenalidomide dan thalidomide.

 

Angiogenesis inhibitors bisa menjadi pengobatan tunggal atau dapat dikombinasikan dengan pengobatan kanker lainnya. Biasanya, obat ini dikombinasikan dengan kemoterapi atau jenis terapi target lainnya.

 

Efek Samping Angiogenesis Inhibitors

 

Sama halnya dengan jenis obat-obatan lainnya, angiogenesis inhibitors juga bisa menimbulkan sejumlah efek samping. Efek samping yang muncul bisa berbeda-beda, tergantung dari jenis obat angiogenesis inhibitors yang dikonsumsi. Namun, secara umum, beberapa efek samping tersebut, di antaranya:

 

  • Tekanan darah tinggi.

  • Kelelahan.

  • Nyeri badan.

  • Demam.

  • Sakit kepala.

  • Diare.

  • Mual dan muntah.

  • Penurunan nafsu makan.

  • Nyeri perut.

  • Konstipasi (sembelit).

  • Penurunan berat badan.

  • Perubahan warna kulit dan rambut.

  • Kulit kering.

  • Ruam pada kulit.

 

Pada kasus yang lebih parah, beberapa efek samping yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut:

 

  • Penyembuhan luka yang lambat.

  • Perdarahan.

  • Gangguan pembekuan darah.

  • Peningkatan protein di dalam urine.

  • Gangguan tiroid.

  • Hand-foot syndrome atau eritrodisestesia palmar plantar efek samping kulit yang umum terjadi yang berkaitan dengan obat kemoterapi sistemik tertentu.

  • Reversible posterior leukoencephalopathy syndrome, suatu kondisi langka yang ditandai dengan sakit kepala, masalah penglihatan, perubahan statusmental, kejang, dan pembengkakan di otak.

 

Angiogenesis inhibitors adalah pengobatan yang dapat dilakukan jika dokter sudah menegakkan diagnosis dan merekomendasikannya kepada pasien. Dokter bersama seluruh tim medis terkait akan terlebih dahulu mempertimbangkan kondisi medis pasien guna memastikan pasien memenuhi syarat untuk menjalani terapi ini.

 

Oleh karena itu, jika memiliki gejala atau keluhan kondisi medis yang berkaitan dengan penyakit kanker, Anda dapat langsung mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, serta saran perawatan yang tepat sesuai kondisi Anda.

 

Lebih lanjut, guna mengetahui informasi terkait terapi target angiogenesis inhibitors secara lebih mendalam, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi sebagai pusat unggulan penanganan penyakit kanker di Siloam Hospitals Group. 

 

Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi kanker dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 


Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Laboratorium

message

ArticleDetail