Eritema Nodosum - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Eritema Nodosum - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

07 Mei 2025 4 menit waktu baca
eritema nodosum

 

Eritema nodosum adalah kondisi medis yang ditandai dengan munculnya bercak atau nodul (benjolan padat) merah yang terasa nyeri ketika disentuh pada permukaan kulit area tulang kering. Secara umum, kondisi ini dapat muncul tanpa penyebab yang jelas, namun terkadang juga bisa muncul sebagai tanda dari penyakit tertentu, seperti inflammatory bowel disease. Mari kenali penyebab, gejala, dan pengobatan eritema nodosum selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Apa itu Eritema Nodosum?

Eritema nodosum (EN) adalah salah satu jenis panniculitis (pertumbuhan nodul atau jaringan abnormal pada lapisan lemak di bawah kulit) yang dapat menimbulkan gejala berupa bercak atau nodul merah pada permukaan kulit di area tulang kering. Kondisi ini biasanya terjadi secara simetris, baik di sisi kanan dan kiri.

 

Selain itu, walaupun jarang terjadi, juga dapat paha dan lengan bagian bawah. Dibandingkan pria, wanita lebih berisiko untuk mengalami EN. Pada dasarnya, EN dapat dialami oleh siapa saja, namun lebih sering terjadi pada wanita berusia 25–40 tahun.

Penyebab Eritema Nodosum

Eritema nodosum sering kali bersifat idiopatik atau tidak diketahui penyebab lainnya. Namun, dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa dipicu oleh sejumlah faktor berikut ini:

 

Gejala Eritema Nodosum

Penderita eritema nodosum dapat mengalami gejala yang menyerupai flu sebelum ataupun bersamaan dengan munculnya bercak merah pada kulit. Adapun beberapa gejala umum kondisi ini, di antaranya:

 

  • Demam.

  • Bengkak dan nyeri pada persendian, seperti lutut, pergelangan kaki, atau pergelangan tangan.

  • Pembesaran pada kelenjar getah bening di area dada.

  • Munculnya benjolan merah di dekat tulang kering.

 

Di samping itu, perkembangan kondisi eritema nodosum juga dapat dibagi ke dalam beberapa fase, yaitu:

 

Fase prodromal

 

  • Berlangsung selama 3–6 hari.

  • Ditandai dengan demam, nyeri sendi, dan terkadang sakit perut.

  • Radang tenggorokan.

 

Fase eruptif

 

  • Berlangsung selama 1–2 hari.

  • Ditandai dengan demam dan nyeri sendi yang menetap atau memburuk dibandingkan pada fase prodromal.

  • Munculnya nodul di sekitar tungkai (terutama di area tulang kering), lutut, paha, atau lengan bagian bawah.

  • Nodul biasanya berukuran kecil, berbentuk oval, berbatas tidak tegas, simetris, bilateral (ada di sisi kanan dan kiri tubuh), berwarna merah cerah hingga gelap, dan menimbulkan nyeri secara tiba-tiba.

  • Munculnya edema (bengkak) pada pergelangan kaki.

 

Fase regresif

 

  • Gejala sudah membaik dengan sendirinya dalam 8 minggu. Warna nodul lama-kelamaan akan berubah menjadi keunguan, kecokelatan, atau kekuning-hijauan yang disebut sebagai erythema contusiformis

  • Penderita dapat mengoptimalkan masa pemulihan ini dengan memperbanyak istirahat dan menjalani pengobatan untuk menangani gejala.

Diagnosis Eritema Nodosum

Pertama-tama, penegakan diagnosis EN dapat diawali dengan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan, riwayat kesehatan, serta jenis obat-obatan yang dikonsumsi pasien. Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi bagian kulit yang terdampak. Kemudian, untuk membantu mengonfirmasi diagnosis EN, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang berikut ini:

 

  • Uji laboratorium, seperti pemeriksaan darah untuk mendeteksi penyakit infeksi yang bisa menjadi penyebab EN.

  • Swab tenggorokan, untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi streptokokus.

  • Rontgen dada, untuk mendeteksi kemungkinan tuberkulosis dan sarkoidosis yang bisa menyebabkan EN.

  • Kultur feses, untuk mendeteksi kemungkinan infeksi parasit yang bisa menyebabkan EN.

  • Biopsi jaringan kulit.

Pengobatan Eritema Nodosum

Pengobatan eritema nodosum dapat dilakukan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Dalam hal ini, beberapa metode yang kerap digunakan untuk menangani kondisi ini adalah sebagai berikut:

 

  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti:

    • Antibiotik, jika EN dipicu oleh infeksi bakteri.

    • Steroid, untuk membantu meredakan peradangan.

  • Penyesuaian dosis obat-obatan yang sedang dikonsumsi, jika EN dipicu oleh efek samping obat-obatan.

  • Memperbanyak istirahat.

Komplikasi Eritema Nodosum

Secara umum, EN dapat sembuh dengan sendirinya tanpa menimbulkan komplikasi tertentu. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi ini juga bisa memicu terjadinya nekrosis lemak atau mobile encapsulated lipoma, yaitu neoplastik jinak (proses pembentukan jaringan baru dari pertumbuhan sel-sel tubuh) pada lapisan terbawah kulit (subkutan).

 

Perlu diketahui bahwa informasi yang dijelaskan di atas hanya bersifat edukatif dan tidak bisa menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter. Tanda dan gejala yang disebutkan pun tidak secara pasti mewakili eritema nodosum dan bisa muncul pada kondisi medis lainnya.

 

Maka dari itu, jika mengalami gejala-gejala tidak biasa yang berkaitan dengan kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

 

Tahapan pemeriksaan dan prosedur medis yang dilakukan di setiap rumah sakit mungkin akan berbeda, mengingat hal tersebut perlu disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan seluruh prosedur medis yang dilakukan telah sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Agar lebih praktis, Anda bisa memanfaatkan fitur dalam aplikasi MySiloam yang memungkinkan pasien untuk melihat informasi jadwal praktik hingga membuat janji temu dengan dokter pilihan secara online. Melalui aplikasi ini, Anda pun dapat melakukan konsultasi langsung dengan dokter pilihan dari mana saja dan kapan saja.

Sumber

Johns Hopkins Medicine. Erythema Nodosum. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Erythema Nodosum. Diakses pada 2024 | Derm Net. Erythema Nodosum. Diakses pada 2024 | NHS. Erythema Nodosum. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail