Kesehatan Tubuh
Mengenal Hipotensi Ortostatik, Ditandai Pusing saat Berdiri

Table of Contents
Hipotensi ortostatik adalah kondisi ketika tekanan darah menurun secara tiba-tiba saat mengubah posisi duduk/berbaring/tengkurap ke posisi berdiri. Kondisi ini dapat menyebabkan pusing atau bahkan pingsan. Namun pada umumnya, gejala hipotensi ortostatik dapat membaik saat penderita mengganti atau bergerak ke posisi berdiri dengan lebih lambat. Lantas, apa penyebab hipotensi ortostatik? Mari simak penjelasannya pada artikel berikut.
Apa Itu Hipotensi Ortostatik?
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hipotensi ortostatik adalah kondisi ketika tekanan darah turun dengan cepat saat berdiri dari posisi duduk atau berbaring yang membuat penderitanya merasa pusing hingga berisiko pingsan. Jenis tekanan darah rendah ini juga disebut hipotensi postural.
Hipotensi postural yang terjadi sesekali biasanya disebabkan oleh sesuatu yang jelas, seperti dehidrasi atau istirahat di tempat tidur dalam waktu lama. Kondisi ini umumnya mudah diobati. Sedangkan, hipotensi ortostatik kronis biasanya merupakan tanda dari masalah kesehatan lain yang mendasarinya sehingga pengobatannya akan tergantung pada penyebabnya.
Penyebab Hipotensi Ortostatik
Ketika seseorang berdiri dari posisi duduk atau berbaring, gravitasi menyebabkan darah menjadi terkumpul di kaki dan perut. Hal ini dapat menyebabkan tekanan darah turun karena darah yang mengalir kembali ke jantung lebih sedikit sehingga jantung tidak dapat mengalirkan darah yang cukup ke organ tubuh dan otot. Biasanya, tekanan darah rendah ini dapat dirasakan oleh sel-sel khusus di dekat jantung (baroreseptor) dan pembuluh darah arteri leher.
Kemudian, baroreseptor akan mengirimkan sinyal ke otak untuk memberi tahu jantung agar berdetak lebih cepat dan memompa lebih banyak darah agar tekanan darah menjadi seimbang. Sel-sel ini juga dapat mempersempit pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.
Hipotensi postural dapat terjadi ketika terdapat suatu hal yang mengganggu proses tubuh dalam mengatasi tekanan darah rendah. Terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hipotensi ortostatik, seperti:
-
Dehidrasi. Kondisi ini dapat menyebabkan volume darah menurun sehingga jantung kesulitan memompa darah yang cukup ke otak dan seluruh tubuh ketika berdiri.
-
Masalah jantung, seperti bradikardia, masalah katup jantung, serangan jantung, dan gagal jantung. Kondisi-kondisi ini dapat mencegah jantung dalam memompa darah yang cukup dengan cepat saat berdiri.
-
Masalah endokrin, seperti masalah tiroid, insufisiensi adrenal (penyakit Addison), dan kadar gula darah rendah (hipoglikemia) dapat menyebabkan hipotensi ortostatik. Begitu pula diabetes yang dapat merusak saraf yang membantu mengirimkan sinyal untuk mengendalikan tekanan darah.
-
Gangguan sistem saraf, seperti penyakit Parkinson, demensia Lewy body, dan amiloidosis dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengendalikan tekanan darah.
-
Makanan. Beberapa orang dapat mengalami tekanan darah rendah setelah makan (hipotensi postprandial). Kondisi ini lebih umum terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.
Gejala Hipotensi Ortostatik
Hipotensi ortostatik dengan gejala yang lebih parah lebih sering terjadi di pagi hari. Hal ini dikarenakan tekanan darah biasanya paling rendah saat bangun di pagi hari. Gejala utama hipotensi postural adalah rasa pusing saat berdiri dan terasa lebih baik saat duduk atau berbaring. Bahkan, sebagian orang bisa mengalami pingsan (sinkop). Gejala lainnya meliputi:
-
Penglihatan kabur.
-
Nyeri dada, bahu, atau leher.
-
Sulit berkonsentrasi.
-
Kelelahan atau lemas.
-
Sakit kepala.
-
Jantung berdebar-debar.
-
Mual, merasa panas, atau berkeringat.
-
Sesak napas.
Diagnosis Hipotensi Ortostatik
Dalam proses penegakan diagnosis hipotensi ortostatik, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dokter akan memeriksa tekanan darah saat duduk, berbaring, berdiri, serta melakukan pemeriksaan fisik. Pasien mungkin juga diminta untuk menjalani satu atau beberapa tes berikut:
-
Tes darah untuk memeriksa kondisi medis tertentu, seperti diabetes dan anemia.
-
Exercise stress test.
-
Monitor Holter.
-
Valsalva maneuver.
-
Tilt table test.
Pengobatan Hipotensi Ortostatik
Pengobatan untuk hipotensi ortostatik ditujukan untuk menangani penyebab yang mendasarinya, bukan tekanan darah rendah itu sendiri. Misalnya, jika hipotensi postural disebabkan oleh dehidrasi, maka dokter mungkin akan menyarankan perubahan gaya hidup, seperti minum lebih banyak air.
Pengobatan paling sederhana untuk hipotensi ortostatik adalah segera duduk atau berbaring kembali jika merasa pusing saat berdiri. Sering kali, gejala dapat hilang dengan sendirinya. Namun, terkadang diperlukan obat-obatan untuk mengobati hipotensi postural. Obat-obatan yang dapat diberikan adalah:
-
Droxidopa.
-
Erythropoiesis-stimulating agents.
-
Desmopressin.
-
Octreotide.
-
Fludrocortisone.
-
Pyridostigmine.
Akan tetapi, beberapa jenis obat-obatan untuk menangani hipotensi ortostatik mungkin dapat menyebabkan sejumlah efek samping seperti mati rasa, gatal-gatal, sakit kepala, pembengkakan, kadar kalium rendah, hingga gagal jantung. Oleh karena itu, penggunaan obat-obatan harus berada di bawah pengawasan serta instruksi dari dokter.
Pencegahan Hipotensi Ortostatik
Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengelola atau mencegah hipotensi postural. Langkah-langkah tersebut meliputi:
-
Bergerak perlahan dari posisi berbaring ke posisi berdiri.
-
Mengenakan stoking kompresi. Stoking ini dapat membantu meningkatkan aliran darah dan mengurangi gejala hipotensi ortostatik.
-
Minum lebih banyak cairan.
-
Menghindari konsumsi alkohol.
-
Menambah garam dalam makanan, namun harus dilakukan dengan hati-hati dan perlu dikonsultasikan dengan dokter atau ahli gizi agar sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.
-
Jika tekanan darah turun setelah makan, mengonsumsi snack rendah karbohidrat mungkin dapat membantu.
-
Rutin berolahraga.
-
Aktif bergerak dan melakukan peregangan.
Perlu diketahui bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Tidak menutup kemungkinan apabila gejala-gejala yang disebutkan merujuk pada kondisi medis lainnya.
Oleh karena itu, penting untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat bila sering merasa pusing saat bangun dari posisi duduk ke berdiri guna memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat.
Sebagai informasi, setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Cleveland Clinic. Orthostatic Hypotension. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Orthostatic hypotension (postural hypotension). Diakses pada 2024 | StatPearls Publishing. Orthostatic Hypotension. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Premium Kesehatan Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp5.400.000
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Jantung Kuat
Skrining Jantung
2 Service/Item
Rp499.000
TERPOPULER
Jantung Sehat
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp999.000
TERPOPULER
Jantung Prima
Skrining Jantung
7 Service/Item
Rp1.399.000






