Tes CEA (Carcinoembryonic Antigen), ini Tujuan dan Prosedurnya
Kesehatan Tubuh

Tes CEA (Carcinoembryonic Antigen), ini Tujuan dan Prosedurnya

28 Mei 2025 4 menit waktu baca
mengenal tes CEA

Tes CEA (carcinoembryonic antigen) adalah pemeriksaan yang digunakan untuk mengukur CEA, salah satu jenis protein darah. Umumnya, bayi memiliki kadar CEA yang lebih tinggi, namun akan menurun seiring bertambahnya usia. Lantas, apa tujuan tes CEA? Bagaimana pemeriksaan ini dilakukan atau adakah efek samping yang perlu diwaspadai? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Tes CEA (Carcinoembryonic Antigen)?

 

Tes CEA (carcinoembryonic antigen) adalah pemeriksaan yang digunakan untuk mengukur glikoprotein darah tertentu yang disebut CEA. Protein ini pertama kali ditemukan pada tahun 1968 oleh para ilmuwan yang pada pasien kanker hati (metastasis dari kanker kolorektal).

 

Secara umum, bayi memiliki kadar CEA yang lebih tinggi, namun akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Adanya jenis kanker tertentu dapat meningkatkan kadar CEA dalam darah. Itulah sebabnya, CEA terkadang disebut juga dengan penanda tumor (tumor marker).

 

Sebagai informasi, penanda tumor adalah zat yang dibuat oleh beberapa sel kanker dan dilepaskan ke dalam cairan tubuh. Sebetulnya, sel yang sehat juga dapat menghasilkan penanda tumor, namun dalam kadar yang sangat rendah. Banyak orang sehat yang memiliki kadar penanda tumor normal atau disebut nilai kisaran normal.

 

Tujuan Tes CEA

 

Pada dasarnya, tes CEA jarang digunakan untuk mendeteksi kanker atau sebagai skrining kanker. Sebaliknya, tes ini justru diperuntukkan bagi seseorang yang sudah terdiagnosis kanker tertentu, yang paling umum adalah kanker kolorektal (kanker usus besar).

 

CEA test digunakan bersamaan dengan tes lain untuk mendiagnosis, mengobati, dan menindaklanjuti berbagai kanker. Bukan hanya kanker kolorektal, tetapi juga kanker kandung kemih, kanker payudara, kanker paru-paru, kanker ovarium, dan kanker tiroid.

 

Di samping itu, CEA test biasanya digunakan oleh tenaga medis untuk memeriksa apakah kanker sudah menyebar (metastasis) ke bagian tubuh lain, serta mengevaluasi respons tubuh terhadap pengobatan kanker. Pemeriksaan ini dapat dilakukan ketika:

 

  • Segera setelah diagnosis untuk membantu perencanaan pengobatan (baseline testing, yaitu nilai tumor marker untuk membandingkan kemajuan pengobatan pada tes-tes selanjutnya).

  • Setelah didiagnosis dan sebelum menjalani pengobatan atau operasi. Dokter akan melakukan pengujian CEA setiap 1–3 bulan selama pengobatan. Namun, peningkatan kadar CEA dalam 4–6 minggu setelah dimulai pengobatan tidak selalu mengartikan bahwa pengobatan tidak berhasil.

  • Selama pengobatan kanker untuk melihat seberapa baik respons tubuh terhadap pengobatan, seperti kemoterapi, imunoterapi, dan radioterapi.

  • Saat remisi (fase saat gejala dan tanda kanker berkurang atau tidak muncul karena respon baik selama pengobatan). Pasien mungkin memerlukan tes CEA rutin untuk mengawasi kemungkinan kekambuhan. Dokter yang akan menentukan frekuensi pengujian.

  • Setelah selesai pengobatan kanker untuk memeriksa apakah kanker relaps atau muncul kembali.

Prosedur Tes CEA

 

Prosedur tes CEA umumnya sama dengan pengambilan darah seperti biasanya. Dokter atau perawat akan mengambil sampel darah dari salah satu vena di lengan, lalu mengirimkannya ke laboratorium untuk dianalisis guna memeriksa kadar CEA. Selain dari darah, meskipun jarang, pengujian juga dapat dilakukan dengan menggunakan cairan dari dinding perut (cairan peritoneum), dada (cairan pleura), atau cairan serebrospinal dari sumsum tulang belakang.

 

CEA test melalui tes darah biasanya memakan waktu kurang dari lima menit. Sedangkan, CEA test yang menggunakan cairan dari bagian tubuh lain biasanya memerlukan waktu sekitar 30 menit atau kurang dari itu.

 

Risiko dan Efek Samping Tes CEA

 

Pada dasarnya, tes CEA adalah pemeriksaan yang aman dilakukan. Bahkan, sebagian besar orang yang menjalani pemeriksaan ini tidak mengalami komplikasi apa pun. Namun, mengambil cairan dari dada mungkin memiliki sejumlah risiko, seperti kehilangan darah, infeksi, maupun komplikasi pada paru-paru.

 

Sedangkan, jika dokter mengambil cairan serebrospinal atau cairan peritoneum, beberapa efek samping yang mungkin terjadi adalah pusing dan sakit kepala. Sementara itu, beberapa orang yang menjalani tes darah mungkin juga mengalami beberapa efek samping ringan, seperti nyeri ringan dan memar, di area suntikan.

 

Hasil Tes CEA

 

Secara umum, hasil tes dengan kadar CEA lebih dari 2,9 ng/mL dianggap tidak normal, namun tidak selalu menandakan kanker. Dokter dapat melakukan interpretasi hasil CEA bersama dengan pemeriksaan lainnya, yaitu anamnesis (wawancara medis), pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang lain.

 

Pada pasien yang sudah menderita kanker jenis tertentu, dokter dapat menggunakan hasil CEA test untuk mempelajari lebih lanjut tentang kanker. Berikut penjelasannya:

 

  • Kadar CEA rendah dapat menandakan bahwa tumor berukuran kecil atau belum menyebar ke bagian tubuh lainnya.

  • Kadar CEA tinggi dapat menandakan bahwa tumor berukuran besar atau sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kendati demikian, tim medis tidak bisa menggunakan pemeriksaan ini untuk mendiagnosis stadium kanker atau menentukan metastasis kanker.

 

Selain kanker, kadar CEA yang tinggi juga dapat mengindikasikan beberapa kondisi nonkanker berikut ini:

 

 

Perlu diketahui bahwa pemeriksaan ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika diperlukan. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini, serta untuk interpretasi hasilnya.

 

Apabila Anda atau kerabat ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan ini atau mengalami keluhan yang dikhawatirkan sebagai tumor atau kanker, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Onkologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Bila direkomendasikan oleh dokter, Anda dapat memesan paket CEA - Serology (Carcinoembryonic Antigen) / Penanda Tumor untuk membantu mendeteksi dan memantau kanker. Anda pun juga dapat melakukan medical check up dengan memesan Paket Skrining Kanker untuk mendapatkan pemeriksaan secara menyeluruh dan mendeteksi keberadaan kanker sejak dini melalui aplikasi MySiloam.

 

Sumber

Cleveland Clinic. CEA Test (Carcinoembryonic Antigen). Diakses pada 2024 | NHS. Carcinoembryonic antigen (CEA) test. Diakses pada 2024 | MedlinePlus. CEA Test. Diakses pada 2024 | Canadian Cancer Society. Carcinoembryonic antigen (CEA). Diakses pada 2024 |

message

ArticleDetail