Kesehatan Tubuh
Mengenal Penyakit Rematik, Bukan Hanya Asam Urat!

Table of Contents
Penyakit rematik sering kali dianggap sebagai penyakit yang menyerang lansia atau orang tua. Namun kenyataannya, penyakit ini dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Salah satu jenis penyakit rematik yang paling dikenal adalah artritis gout akibat kadar asam urat yang tinggi. Akan tetapi, sebenarnya ada beberapa jenis penyakit lain yang termasuk dalam kategori rematik.
Untuk mengenal lebih dalam mengenai penyakit rematik, mari simak pembahasannya dalam artikel berikut.
Apa itu Penyakit Rematik?
Penyakit rematik adalah sebutan untuk sekelompok penyakit yang memengaruhi area persendian. Umumnya penyakit rematik terjadi pada sendi, otot, tendon, ligamen, dan tulang di sekitar persendian. Beberapa penyakit rematik yang banyak dialami antara lain asam urat, osteoarthritis, dan rematik autoimun.
Meskipun setiap jenis penyakit rematik memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda, semua kondisi ini memiliki gejala umum seperti nyeri sendi, kekakuan, dan pembengkakan.
Jenis-Jenis Penyakit Rematik
Penyakit rematik dibagi menjadi tiga kelompok besar, yakni rematik jaringan lunak, rematik autoimun, dan rematik non-autoimun. Berikut penjelasannya.
A. Rematik Jaringan Lunak
Rematik jaringan lunak adalah penyakit rematik yang memengaruhi jaringan di sekitar sendi, seperti tendon, ligamen, dan otot. Beberapa contoh rematik jaringan lunak termasuk:
-
Trigger finger: Kondisi di mana satu atau lebih jari tangan menjadi kaku dalam posisi tertekuk dan terasa nyeri ketika digerakkan.
-
Plantar fasciitis: Peradangan pada plantar fascia, jaringan tebal di bagian bawah kaki yang menghubungkan tulang tumit ke jari-jari kaki akibat penggunaan atau tekanan berlebih.
-
Tendinitis: Peradangan pada tendon akibat penggunaan berlebih atau cedera sehingga menyebabkan nyeri dan kekakuan.
-
Bursitis: Peradangan pada bursa yang menyebabkan nyeri dan pembengkakan.
B. Rematik Autoimun
Rematik autoimun adalah penyakit rematik yang disebabkan karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri.
-
Rheumatoid arthritis (RA): Penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan kronis pada sendi.
-
Systemic Lupus Erythematosus (SLE): Penyakit autoimun yang memengaruhi berbagai organ dan jaringan, termasuk sendi.
-
Sindrom Sjögren: Penyakit autoimun kronis di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang kelenjar eksokrin yang memproduksi air mata dan air liur, mengakibatkan kekeringan pada mata dan mulut.
-
Ankylosing spondylitis: Penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan kronis pada tulang belakang dan sendi sakroiliaka.
-
Skleroderma: Penyakit autoimun yang dapat menyebabkan pengerasan dan penebalan kulit serta jaringan ikat di berbagai organ tubuh.
-
Vaskulitis: Peradangan pembuluh darah yang menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah, termasuk penebalan, penyempitan, atau kerusakan.
-
Arthritis yang terkait dengan penyakit radang usus (IBD): Seperti Crohn's disease dan ulcerative colitis, di mana terjadi peradangan yang memengaruhi saluran pencernaan.
C. Rematik Non-Autoimun
Jenis rematik ini tidak disebabkan oleh autoimun, melainkan dengan penyebab yang beragam.
-
Arthritis gout: Akumulasi kristal asam urat dalam sendi yang menyebabkan peradangan akut.
-
Osteoarthritis (OA): Penyakit degeneratif sendi yang disebabkan oleh kerusakan pada tulang rawan sendi.
-
Chondromalacia patellae: Pelunakan dan kerusakan pada tulang rawan di bawah tempurung lutut.
-
Fibromyalgia: Gangguan kronis yang menyebabkan nyeri luas di otot dan jaringan lunak, serta kelelahan dan gangguan tidur.
Faktor Risiko Penyakit Rematik
Penyebab rematik belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor risiko yang berperan, antara lain:
-
Genetik.
-
Obesitas.
-
Infeksi.
-
Merokok.
-
Paparan zat kimia tertentu.
Gejala Penyakit Rematik
Gejala penyakit rematik bervariasi tergantung pada jenisnya, namun secara umum meliputi beberapa gejala berikut:
-
Nyeri pada sendi.
-
Kekakuan atau rentang gerak yang terbatas pada sendi yang terdampak, terutama di pagi hari.
-
Pembengkakan, kemerahan, dan sensasi hangat pada sendi yang terdampak.
-
Kelelahan dan rasa tidak nyaman pada sendi yang terdampak.
-
Demam kronis yang tidak bisa dijelaskan sebabnya.
Diagnosis Penyakit Rematik
Diagnosis penyakit rematik dilakukan melalui beberapa langkah, antara lain:
-
Riwayat medis: Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan gejala yang dialami oleh pasien.
-
Pemeriksaan fisik: Dokter akan memeriksa sendi yang nyeri, bengkak, atau kaku.
-
Tes laboratorium: Termasuk tes darah untuk mendeteksi peradangan atau antibodi tertentu.
-
Pencitraan: Rontgen, MRI, atau ultrasonografi untuk melihat kerusakan pada sendi atau jaringan lunak.
Komplikasi Penyakit Rematik
Jika tidak segera ditangani, penyakit rematik dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti:
-
Kerusakan sendi.
-
Cacat sendi.
-
Komplikasi sistemik, termasuk osteoporosis, anemia, dan gangguan kardiovaskular seperti stroke dan serangan jantung.
Pengobatan Penyakit Rematik
Pengobatan penyakit rematik bertujuan untuk mengurangi gejala dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Pengobatan utama penyakit rematik meliputi:
-
Steroid: Berfungsi menekan sistem imun tubuh agar tak menyerang tubuh secara terus-menerus.
-
Non-steroidal antiinflamatory drugs (NSAID): Bertujuan mengurangi nyeri dan pembengkakan pada sendi.
-
Imunosupresan: Bertujuan untuk melemahkan sistem kekebalan tubuh agar berhenti menyerang jaringan sendi yang sehat.
Umumnya dokter juga akan menyarankan pasien untuk menjalani tindakan medis, seperti fisioterapi untuk meningkatkan atau mempertahankan rentang gerak sendi. Apabila obat-obatan dan fisioterapi dinilai tidak efektif dalam mengatasi rematik, operasi mungkin bisa direkomendasikan oleh dokter.
Pencegahan Penyakit Rematik
Untuk mencegah penyakit rematik atau memperlambat perburukannya, beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
-
Gaya hidup sehat: Mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan ideal.
-
Hindari merokok: Berhenti merokok untuk mengurangi risiko terkena rematik.
-
Perawatan dini: Mendeteksi dan mengobati gejala rematik sedini mungkin untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.
Penyakit rematik memang tidak dapat disembuhkan total, namun dengan pengobatan dan gaya hidup yang tepat, gejala dapat dikendalikan dan kualitas hidup penderita dapat ditingkatkan.
Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi rematik. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada penyakit rematik, konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Reumatologi di Siloam Hospitals terdekat.
Gunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan informasi tentang jadwal dokter, membuat booking, serta janji temu dengan dokter terkait. Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melakukan konsultasi secara online. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda beserta keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, FACR
Penyakit Dalam
Subspesialis Reumatologi
Siloam Hospitals Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Hidup Sehat Basic
Penawaran Spesial, Skrining Lite
11 Service/Item
Rp649.000
TERPOPULER
Paket Hidup Sehat 1 - Homecare
Tes Laboratorium & Medical Check Up Homecare
8 Service/Item
Rp1.025.000
Kunjungan Dokter Spesialis Penyakit Dalam - Homecare
Rp640.000
Paket Skrining Rematik - Homecare
Tes Laboratorium & Medical Check Up Homecare
Rp2.367.393
TERPOPULER
Complete Blood Count + Diff / Pemeriksaan Darah Lengkap
1 Service/Item
Rp123.300






