Eritrositosis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Eritrositosis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

04 Juni 2025 5 menit waktu baca
eritrositosis adalah

Polisitemia atau eritrositosis adalah kondisi medis yang ditandai dengan tingginya konsentrasi sel darah merah pada aliran darah di dalam tubuh. Kondisi ini dapat membuat darah menjadi lebih kental sehingga tidak bisa mengalir melalui pembuluh darah dan organ dalam tubuh dengan baik. Sebetulnya, apa penyebab polisitemia dan bagaimana cara mengobatinya? Mari simak ulasannya dalam artikel berikut ini.

 

Apa itu Eritrositosis (Polisitemia)?

 

Seperti yang telah dijelaskan, eritrositosis atau polisitemia adalah kondisi yang terjadi ketika konsentrasi sel darah merah di dalam darah terlalu tinggi. Pada dasarnya, darah terdiri dari zat padat, yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), trombosit, serta zat cair berupa plasma darah. 

 

Pada kasus eritrositosis, kadar eritrosit di dalam darah terlalu banyak dibandingkan dengan plasma darah. Ketika dievaluasi melalui tes laboratorium, eritrositosis ditandai dengan peningkatan kadar hemoglobin dan hematokrit di dalam tubuh. 

 

Hemoglobin merupakan protein padasel darah merah berfungsi untuk menjaga bentuk eritrosit serta mengangkut oksigen dan karbondioksida di dalam tubuh. Sementara itu, hematokrit adalah jumlah eritrosit yang ada di dalam tubuh. Adapun kadar hemoglobin dan hematokrit pada penderita eritrositosis adalah:

 

Pria

 

  • Hematokrit (HCT): >50%.

  • Hemoglobin (HB): >17,5 g/dL.

 

Wanita

 

  • Hematokrit (HCT): >45%.

  • Hemoglobin (HB): >15,3 g/dL.

 

Penyebab Eritrositosis

 

Berdasarkan penyebab yang mendasarinya, eritrositosis dapat dibedakan menjadi tiga jenis, di antaranya apparent erythrocytosis, eritrositosis absolut, dan eritrositosis relatif. Berikut adalah penjelasan lengkap dari masing-masing jenis eritrositosis.

 

  • Apparent erythrocytosis: Kondisi yang terjadi ketika kadar cairan plasma lebih rendah dibandingkan sel darah merah, sehingga dapat menyebabkan darah mengental.

  • Eritrositosis relatif: Kondisi ini serupa dengan apparent erythrocytosis, namun biasanya disebabkan oleh dehidrasi.

  • Eritrositosis absolut: Kondisi ketika jumlah sel darah merah melebihi batas normal. 

    • Eritrositosis primer. Terjadi karena adanya masalah pada jaringan spons di dalam sumsum tulang. Perlu diketahui bahwa sumsum tulang memiliki peran penting dalam produksi eritrosit di dalam tubuh. Salah satu jenis eritrositosis primer yang umum terjadi adalah polisitemia vera, yaitu peningkatan sel darah merah yang dapat diikuti oleh peningkatan volume plasma. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh mutasi (perubahan) gen yang mengatur pembentukan sel darah merah maupun diturunkan dari orang tua.

    • Eritrositosis sekunder. Jenis eritrositosis ini dapat terjadi akibat gangguan di luar sumsum tulang. Dalam kebanyakan kasus, eritrositosis sekunder dipicu oleh tingginya kadar hormon eritropoietin (EPO) yang berfungsi memberikan sinyal kepada sumsum tulang untuk memproduksi eritrosit. Kadar hormon EPO berlebih umumnya terjadi akibat berkurangnya kadar oksigen dalam darah seperti pada orang yang tinggal di dataran tinggi atau perokok, serta adanya masalah kesehatan tertentu yang membuat tubuh kekurangan oksigen atau terhambatnya aliran darah, seperti penyakit paru-paru, arteriosklerosis, sleep apnea, mioma uteri, hingga kanker ginjal.

 

Di samping itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami eritrositosis adalah sebagai berikut:

 

  • Memiliki keluarga dengan riwayat eritrositosis.

  • Sedang menderita diare.

  • Sedang menggunakan obat diuretik, terapi hormon testosteron, atau anabolic steroid.

  • Baru menjalani transplantasi ginjal.

  • Keracunan karbon monoksida dan zat berbahaya dalam rokok.

 

Gejala Eritrositosis

 

Pada dasarnya, gejala polisitemia cenderung beragam tergantung pada jenis dan penyebab yang mendasarinya. Misalnya, apabila penderita mengalami eritrositosis sekunder, maka beberapa gejala yang dapat muncul adalah sebagai berikut:

 

 

Sementara itu, penderita eritrositosis primer dapat mengalami gejala yang lebih parah, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Tekanan darah tinggi.

  • Berkeringat di malam hari.

  • Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.

  • Batuk berdarah.

  • Bengkak, nyeri hebat, dan nyeri tekan (tenderness) pada persendian.

  • Gangguan perdarahan, seperti lebih sering mimisan atau mudah memar.

  • Gatal-gatal pada kulit. Rasa gatal tersebut bisa semakin memburuk setelah berendam di air hangat.

  • Sensasi kesemutan di lengan, tungkai, tangan, atau kaki.

  • Sensasi terbakar dan kemerahan, terutama di area wajah, tangan, atau kaki.

  • Penyakit tukak lambung umumnya terjadi bersamaan dengan kondisi ini, dan pasien mungkin datang dengan keluhan nyeri perut yang tidak spesifik. 

 

Diagnosis Eritrositosis

 

Langkah awal yang dapat dilakukan dokter dalam menegakkan diagnosis eritrositosis adalah wawancara medis (anamnesis) guna mengetahui keluhan, gaya hidup, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, serta riwayat kesehatan pasien dan keluarga. 

 

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi kondisi pasien secara keseluruhan. Hal ini dapat membantu dokter menyingkirkan kemungkinan eritrositosis relatif.

 

Setelah itu, guna membantu menegakkan diagnosis serta memastikan apakah pasien mengalami eritrositosis primer atau sekunder, dokter juga dapat melakukan beberapa prosedur pemeriksaan tambahan, seperti:

 

  • Complete blood count (CBC).

  • Peripheral blood smear (PBS).

  • Pemeriksaan kadar serum ferritin, vitamin B12, dan folat.

  • Tes fungsi ginjal dan hati.

  • Pulse oximetry untuk mengukur kadar oksigen dalam darah.

  • Tes kadar eritropoietin (EPO).

  • Tes urine (urinalisis).

  • Tes pencitraan, seperti CT scan atau MRI sumsum tulang serta USG ginjal.

  • Biopsi sumsum tulang.

 

Pengobatan Eritrositosis

 

Adapun tujuan utama dari pengobatan eritrositosis adalah untuk meredakan gejala, mencegah komplikasi, serta menangani penyebab yang mendasarinya. Dalam hal ini, dokter dapat melakukan beberapa tindakan medis, seperti venesection dan pemberian obat-obatan. Berikut penjelasannya.

 

  • Venesection (phlebotomy). Tindakan ini dilakukan dengan memasukkan jarum atau membuat sayatan pada pembuluh darah vena. Melalui prosedur ini, dokter akan mengeluarkan sekitar 350-450 mL darah untuk mengurangi kadar eritrosit serta volume darah secara keseluruhan. Jumlah darah yang dikeluarkan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Venesection biasanya dilakukan untuk menangani polisitemia vera. Tindakan ini biasanya dilakukan 2x dalam satu minggu. Pasien dianjurkan untuk menjaga hidrasi serta menghindari aktivitas fisik berlebih dalam 24 jam sebelum dan sesudah phlebotomy.

  • Pemberian obat-obatan tertentu. Dokter dapat meresepkan aspirin dengan dosis rendah bagi pasien yang berisiko tinggi mengalami penggumpalan darah. Selain itu, beberapa jenis obat-obatan yang dapat diresepkan untuk membantu mengurangi kadar eritrosit di dalam tubuh adalah:

    • Hydroxycarbamide.

    • Busulfan.

    • Hydroxyurea.

    • Ruxolitinib.

    • Interferon alfa.

    • Agen hipourisemia.

 

Komplikasi Eritrositosis

 

Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, eritrositosis dapat menyebabkan terjadinya penggumpalan darah (blood clots). Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan masalah kesehatan serius yang bisa mengancam nyawa, seperti emboli paru dan deep vein thrombosis (DVT).

 

Perlu diketahui bahwa eritrositosis adalah kondisi yang perlu segera mendapatkan penanganan dengan tepat guna menghindari risiko masalah kesehatan yang lebih serius. Oleh sebab itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals apabila Anda atau kerabat Anda mengalami gejala yang mengarah pada eritrositosis.

 

Di samping itu, sebagai upaya pencegahan hingga deteksi dini gangguan darah, Anda juga bisa memesan paket Pemeriksaan Hematologi Lengkap yang terdiri dari complete blood count (CBC), differential count (DIFF), serta tes laju endap darah (LED). Praktis, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk memesan paket tersebut secara online.

 

Digital Booking Laboratorium

 

message

ArticleDetail