Fistula Vagina - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Fistula Vagina - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

02 Juni 2025 4 menit waktu baca
fistula vagina adalah

Vaginal fistula atau fistula vagina adalah kelainan yang ditandai dengan terbentuknya celah tidak biasa di antara vagina dan organ tubuh di sekitar vagina, biasanya kandung kemih, usus besar, atau rektum. Kondisi ini dapat menyebabkan urine, gas, atau bahkan feses melewati vagina. Lantas, apa penyebab fistula vagina dan bagaimana cara mengobatinya? Mari simak pembahasannya di bawah ini.

 

Apa itu Fistula Vagina?

 

Seperti yang telah dijelaskan secara singkat di atas bahwa fistula vagina adalah kondisi medis yang ditandai dengan terbentuknya celah abnormal di antara vagina dengan organ tubuh lain, seperti organ pada sistem berkemih atau sistem pencernaan. Adapun beberapa jenis fistula vagina yang umum terjadi adalah sebagai berikut:

 

  • Vesicovaginal fistula: Terbentuknya celah abnormal di antara vagina dan kandung kemih. Ini merupakan jenis fistula vagina yang paling sering terjadi.

  • Rectovaginal fistula: Terbentuknya celah abnormal di antara vagina dan rektum.

  • Colovaginal fistula: Terbentuknya celah abnormal di antara vagina dan kolon (usus besar).

  • Enterovaginal fistula: Terbentuknya celah abnormal di antara vagina dan usus kecil atau usus halus.

  • Ureterovaginal fistula: Terbentuknya celah abnormal di antara vagina dan ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih).

  • Urethrovaginal fistula: Terbentuknya celah abnormal di antara vagina dan uretra (saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan lubang kencing).

 

Penyebab Fistula Vagina

 

Secara umum, fistula vagina terjadi ketika terdapat kematian jaringan di area vagina akibat kurangnya suplai darah. Kondisi ini bisa berkembang selama beberapa hari atau beberapa tahun. Di samping itu, beberapa kondisi lainnya yang bisa menyebabkan kematian jaringan vagina dan memicu terbentuknya vaginal fistula adalah sebagai berikut:

 

  • Melewati proses persalinan yang terlalu lama.

  • Distosia pada persalinan, dapat menyebabkan terjadinya vesicovaginal fistula karena tekanan akibat ukuran bayi yang terlalu besar dan ibu terlalu banyak mengejan selama persalinan, sehingga dinding kandung kemih robek.

  • Episiotomi (tindakan menggunting perineum untuk memperbesar jalan lahir saat melahirkan).

  • Efek samping tindakan pembedahan di area panggul, termasuk histerektomi atau operasi caesar.

  • Infeksi atau cedera di area panggul.

  • Efek samping pengobatan kanker, seperti perawatan radioterapi di area panggul.

  • Adanya benda asing yang tersangkut di dalam vagina (misalnya, IUD atau KB spiral).

  • Kanker di area panggul, seperti kanker serviks atau kanker usus besar.

  • Inflammatory bowel disease (IBD), seperti kolitis ulseratif atau Crohn’s disease.

  • Divertikulitis.

  • Fecal impaction, yaitu kondisi ketika terdapat feses dalam jumlah besar dan keras yang tertahan di usus besar dan sulit dikeluarkan.

 

Gejala Fistula Vagina

 

Fistula vagina dapat menimbulkan gejala yang beragam, di mana hal ini tergantung pada jenisnya. Apabila celah abnormal tersebut terbentuk di antara vagina dan sistem perkemihan, beberapa gejala umum dari fistula vagina adalah sebagai berikut:

 

 

Sementara itu, jika fistula terbentuk di antara vagina dan sistem pencernaan, maka dapat menimbulkan beberapa gejala berikut ini:

 

  • Sakit perut.

  • Keputihan yang abnormal dan berbau tidak sedap.

  • Adanya gas, nanah, atau tinja yang keluar dari vagina.

  • Mual dan muntah.

  • Diare.

  • Nyeri saat berhubungan seksual.

  • Infeksi saluran kemih berulang atau infeksi ginjal.

  • Perdarahan dari dubur (anus) atau vagina.

  • Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.

 

Diagnosis Fistula Vagina

 

Langkah awal yang dapat dilakukan dalam mendiagnosis fistula vagina adalah dengan melakukan wawancara medis (anamnesis) dan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan panggul, untuk mengetahui penyebab yang mendasari kondisi tersebut. Di samping itu, beberapa prosedur pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk membantu mengonfirmasi diagnosis fistula vagina adalah:

 

  • Dye test, dilakukan dengan memasukkan zat pewarna ke dalam kandung kemih dan/atau rektum untuk memeriksa apakah zat pewarna tersebut bocor ke dalam vagina.

  • Tes pencitraan, seperti USG, CT scan, dan MRI.

  • Tes darah dan tes urine untuk mengetahui apakah terdapat infeksi di dalam tubuh.

  • Kolonoskopi, yaitu prosedur medis menggunakan tabung tipis, elastis, dan berkamera yang dimasukkan melalui lubang dubur untuk melihat kondisi usus besar.

  • Cystourethroscopy, yaitu prosedur medis menggunakan tabung tipis, elastis, dan berkamera yang dimasukkan melalui uretra untuk melihat kandung kemih dan uretra.

  • Flexible sigmoidoscopy untuk melihat kondisi rektum dan usus besar bagian bawah.

  • Retrograde pyelogram untuk mengetahui keberadaan fistula di antara vagina dan ureter.

  • Fistulogram, yaitu gambar rontgen dari fistula.

 

Pengobatan Fistula Vagina

 

Pengobatan fistula vagina dapat dilakukan sesuai dengan jenis dan ukurannya. Dalam beberapa kasus, terutama jika lubang berukuran kecil, fistula vagina dapat menutup dengan sendirinya tanpa pengobatan apapun, namun kondisi ini umumnya perlu ditangani dengan pengobatan dan pembedahan.

 

Adapun contoh pengobatan yang dapat diberikan yaitu konsumsi antibiotik, penggunaan kateter kandung kemih, dan ureteral stents (tabung kecil yang dimasukkan ke saluran kemih). Pasien juga disarankan untuk mengubah pola makan dengan mengonsumsi makanan tinggi serat agar terhindar dari risiko sembelit yang bisa memperburuk fistula vagina.

 

Namun, pada kasus yang lebih parah, fistula vagina perlu ditangani melalui tindakan pembedahan. Hal ini dilakukan dengan membuat sayatan di atas saluran fistula, mengangkat jaringannya yang meradang, kemudian mengikat serta menjahit bagian ujung-ujungnya guna menutup celah abnormal tersebut.

 

Komplikasi Fistula Vagina

 

Fistula vagina adalah kondisi yang perlu segera ditangani dengan tepat agar terhindar dari risiko terjadinya berbagai komplikasi. Secara umum, beberapa risiko komplikasi yang dapat muncul akibat tidak segera menangani fistula vagina adalah sebagai berikut:

 

  • Fistula berulang.

  • Infeksi panggul.

  • Penyempitan (stenosis) vagina, anus, atau rektum.

  • Sulit hamil.

  • Keguguran dan kematian perinatal (kematian yang terjadi pada periode kehamilan 28 minggu sampai dengan 7 hari setelah kelahiran), jika fistula vagina terjadi selama masa kehamilan.


Agar terhindar dari risiko komplikasi tersebut, alangkah baiknya untuk segera berkunjung ke Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganaan yang tepat dari dokter kami. Anda bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk mencari informasi jadwal praktik, membuat appointment dengan dokter, hingga memantau hasil pemeriksaan.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail