Kesehatan Tubuh
Megakolon - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Megakolon adalah kondisi medis di mana usus besar (kolon) membesar secara abnormal, biasanya terjadi karena gangguan pada gerakan usus atau saraf pada usus besar. Di mana, usus besar atau kolon adalah salah satu organ penting dalam sistem pencernaan.
Megakolon dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kelainan bawaan, infeksi, inflamasi, atau dari komplikasi penyakit tertentu. Beberapa gejala megakolon yang dialami oleh penderita antara lain, sembelit parah, kembung, mual, muntah, nyeri perut, hingga demam.
Mari simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui penyebab, gejala, dan pengobatan megakolon selengkapnya.
Apa itu Megakolon?
Megakolon adalah kondisi ketika usus besar atau kolon mengalami pembesaran atau pelebaran secara abnormal, yang tidak disebabkan oleh penyumbatan aliran usus (obstruksi usus). Kondisi ini dapat menyebabkan kolon susah membuang gas atau feses dari dalam tubuh, sehingga terjadi penumpukan pada kolon dan menyebabkan gangguan pencernaan.
Sebenarnya, definisi dari megakolon cukup bervariasi. Namun, usus bisa dikategorikan sebagai megakolon apabila diameter usus mengalami pelebaran hingga lebih dari 12 cm. Kondisi ini dapat terjadi dalam waktu cepat (akut) maupun lama dan perlahan-lahan (kronis).
Megakolon yang sifatnya akut merupakan jenis megakolon yang penyebabnya tidak bisa dijelaskan, serta tidak disebabkan oleh obstruksi usus. Sementara itu, penyebab dari megakolon kronis disebabkan oleh penyakit bawaan (kongenital) atau didapat sebagai komplikasi dari penyakit lain. Sedangkan megakolon toksik bisa berasal dari infeksi atau penyakit radang usus seperti penyakit Crohn atau ulseratif kolitis.
Penyebab Megakolon
Penyebab megakolon berbeda-beda dan tergantung dari jenisnya. Berdasarkan penyebabnya, penyakit ini dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya:
Megakolon Akut
Megakolon akut atau yang sering disebut sebagai Sindrom Ogilvie, dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti:
- Gangguan metabolik dan hormon (hipotiroid dan hiperparatiroid).
- Infeksi.
- Gangguan keseimbangan elektrolit.
- Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antagonis saluran kalsium dan antikolinergik.
- Penyakit radang usus.
- Penyebab terkait kehamilan, yang umumnya berhubungan dengan operasi sesar dan perubahan hormon selama kehamilan.
Megakolon Kronik
Beberapa penyebab terjadinya megakolon kronik adalah sebagai berikut:
- Penyakit bawaan (kongenital), seperti penyakit Hirschsprung, Sindrom Waardenburg-Shah, atau Multiple endocrine neoplasia type 2A (MEN 2A) atau 2B (MEN 2B).
- Penyakit Parkinson.
- Penyakit Chagas.
- Amiloidosis.
- Neuropati diabetik.
- Gangguan metabolik, seperti hipotiroidisme atau hipokalemia.
Megakolon Toksik
Sementara itu, megakolon toksik dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, di antaranya:
- Iskemia, kondisi di mana suplai darah tidak tercukupi karena adanya hipokalemia, atau penggunaan obat-obatan tertentu.
- Infeksi yang disebabkan oleh Salmonella, Entamoeba, Shigella, Cytomegalovirus, atau Rotavirus.
- Peradangan, seperti radang usus menahun, penyakit Crohn, kolitis ulseratif, hingga iritasi di bagian saluran pencernaan.
Gejala Megakolon
Megakolon adalah suatu kondisi yang kerap berawal dari masalah pada usus besar, sehingga umumnya menimbulkan beberapa gejala berbeda-beda dan tergantung pada jenisnya, seperti:
- Perut terasa keras.
- Sembelit atau tidak bisa BAB.
- Nyeri perut.
- Perut kembung.
- Pada kasus yang parah, feses berubah menjadi keras.
- Mual dan muntah.
- Sulit buang gas.
Apabila penderita mengalami megakolon toksik, maka beberapa gejala yang akan muncul meliputi:
- Nyeri perut.
- Nyeri saat buang air besar.
- Perut kembung.
- Demam.
- Syok septik.
- BAB berdarah.
- Detak jantung meningkat.
- Dehidrasi.
Diagnosis Megakolon
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik pasien, terutama di bagian perut. Apabila terdapat dugaan megakolon, maka sejumlah pemeriksaan penunjang yang biasa dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis megakolon adalah:
- Tes pemindaian dengan rontgen (USG atau CT Scan perut), serta diberikan cairan barium untuk melihat kondisi saluran pencernaan.
- Endoskopi, untuk memeriksa saluran pencernaan bagian dalam.
- Tes darah lengkap, untuk mendeteksi ada atau tidaknya kelainan pada darah yang memicu megakolon.
- Analisis elektrolit, untuk memeriksa kadar elektrolit tubuh.
- Biopsi, mengambil sampel jaringan kolon untuk diperiksa di laboratorium patologi guna mendeteksi penyakit Hirschsprung.
Komplikasi Megakolon
Apabila dibiarkan dalam waktu lama dan tanpa penanganan, beberapa komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh megakolon, terutama pada megakolon toksik dapat berpotensi mengancam jiwa. Adapun beberapa komplikasi megakolon adalah sebagai berikut:
- Perforasi kolon (lubang pada kolon yang diakibatkan oleh pecahnya kolon yang membesar).
- Syok sepsis.
- Dehidrasi.
- Penurunan kesadaran.
Pengobatan Megakolon
Pengobatan megakolon dilakukan berdasarkan jenis atau tingkat keparahannya, berikut masing-masing penjelasannya.
Megakolon Akut
Sejumlah pengobatan yang dilakukan pada megakolon akut adalah:
- Mengatasi penyebabnya, seperti terapi elektrolit jika kondisi megakolon disebabkan oleh ketidakseimbangan elektrolit, atau menghentikan konsumsi obat-obatan tertentu yang menyebabkan pelebaran usus.
- Menggunakan selang nasogastrik untuk memberikan nutrisi bagi pasien yang tidak diperbolehkan makan dan minum.
- Pemberian neostigmine untuk meningkatkan gerakan otot di kolon, sehingga feses yang terhambat bisa keluar lebih mudah. Obat-obatan pencahar yang disarankan seperti neostigmine, sorbitol atau lactulosa.
- Dekompresi nasogastrik, dilakukan pada pasien yang mengalami mual dan muntah untuk mengosongkan isi perut.
- Operasi pembedahan, dilakukan untuk kondisi megakolon yang sudah parah atau jika ingin menghindari kekambuhan.
Megakolon Kronis
Sementara itu, beberapa pengobatan megakolon kronis dilakukan dengan:
- Mengosongkan usus menggunakan obat pencahar (laksatif) untuk meningkatkan gerak peristaltik usus.
- Operasi, dilakukan jika pasien tidak merespon terhadap perawatan dengan obat-obatan.
Megakolon Toksik
Apabila pasien telah mengalami megakolon toksik, maka beberapa pilihan pengobatannya antara lain:
- Perawatan intensif di rumah sakit. Selama menjalani perawatan, pasien akan mendapatkan cairan infus agar tetap terhidrasi.
- Penghentian obat-obatan golongan opioid, antikolinergik, dan lainnya yang dapat memperparah megakolon.
- Pemberian antibiotik, antivirus, atau kortikosteroid untuk mencegah syok sepsis dan mengurangi reaksi inflamasi di usus besar.
- Operasi pembedahan yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan usus.
Pencegahan Megakolon
Sebagian besar penyebab megakolon adalah peradangan pada usus, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif. Karenanya, melakukan kontrol secara rutin ke dokter dapat membantu memantau perkembangan penyakit dan menghindari terjadinya megakolon.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami beberapa keluhan yang mengarah pada kondisi megakolon dengan mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan secara tepat.
Anda dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai fitur kesehatan yang mudah dan cepat. Segera unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Sabtu, 30 Mei 2026
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







