Kenali Gejala Jantung Bengkak (Kardiomegali), Penyebab, dan Penanganannya
Kesehatan Tubuh

Kenali Gejala Jantung Bengkak (Kardiomegali), Penyebab, dan Penanganannya

21 April 2026 4 menit waktu baca
pembengkakan jantung

Jantung bengkak atau kardiomegali adalah kondisi ketika jantung mengalami pembengkakan sehingga ukurannya menjadi lebih besar dari ukuran jantung normal. Kondisi ini dapat menyebabkan jantung bekerja lebih keras dalam memompa darah sehingga berisiko merusak otot jantung. Mari pahami lebih lanjut mengenai penyebab dan gejala jantung bengkak melalui artikel berikut ini.

 

Apa Itu Jantung Bengkak (Kardiomegali)?

 

Jantung bengkak atau kardiomegali adalah kondisi ketika ukuran jantung membesar lebih dari ukuran normalnya. Kondisi ini dapat terjadi pada seluruh jantung atau hanya sebagian saja serta bisa bersifat sementara atau permanen. Kardiomegali bukanlah suatu penyakit, melainkan tanda dari suatu kondisi lain.

 

Pembesaran jantung atau kardiomegali didefinisikan ketika diameter transversal siluet jantung lebih besar atau sama dengan 50% dari diameter transversal dada (rasio kardiotoraks meningkat) pada pemeriksaan rontgen atau CT scan dada. Kardiomegali umumnya merupakan manifestasi dari proses patologis lain dan muncul dengan beberapa bentuk dari kardiomiopati. Kondisi ini dapat melibatkan pembesaran ventrikel kanan, kiri, atau atrium.

 

Kondisi ini semakin umum terjadi dan memiliki angka kematian yang tinggi. Pembengkakan jantung merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena kondisi ini dapat menyebabkan jantung kesulitan memompa darah secara efisien. Hal inilah yang membuat pembesaran jantung dapat meningkatkan risiko gagal jantung maupun stroke.

 

Penyebab Jantung Bengkak

 

Pembesaran jantung umumnya terjadi akibat respons jantung terhadap sesuatu yang memaksanya bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah. Ketika jantung membesar, fungsinya pun akan menurun. Terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan jantung bengkak, salah satu yang paling umum adalah penyakit jantung koroner. 

 

Selain itu, jantung bengkak juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi berikut ini:

 

 

Adapun beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko pembesaran jantung adalah sebagai berikut:

 

  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung.

  • Mengonsumsi alkohol secara berlebih atau mengalami gangguan penggunaan zat tertentu.

  • Menggunakan produk tembakau.

  • Memiliki hipertensi.

  • Sedentary lifestyle.

 

Gejala Jantung Bengkak

 

Pada sebagian penderita, pembengkakan jantung tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, sebagian lainnya mungkin mengalami gejala. Kardiomegali biasanya tidak terdiagnosis hingga gejalanya muncul. Secara umum, gejala jantung bengkak adalah sebagai berikut:

 

  • Sesak napas saat beraktivitas, berbaring datar, atau saat tidur malam hari sehingga penderitanya terbangun.

  • Edema (pembengkakan), terutama di kaki atau perut.

  • Mudah lelah atau kelelahan yang tidak biasa.

  • Jantung berdebar.

  • Nyeri dada. 

 

Kardiomegali

Diagnosis Jantung Bengkak

 

Proses diagnosis dimulai dengan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan fisik, dokter mungkin akan mendengarkan murmur (suara tambahan) jantung menggunakan stetoskop. Dokter juga akan mengevaluasi tanda-tanda gagal jantung, seperti pembengkakan kaki, bunyi berderak di paru-paru, atau pembengkakan vena jugularis di leher.

 

Selain itu, dokter mungkin juga meminta pasien menjalani pemeriksaan penunjang untuk mengonfirmasi diagnosis kardiomegali atau menyingkirkan kondisi lain. Pemeriksaan tersebut meliputi:

 

 

Penanganan Jantung Bengkak

 

Pengobatan jantung bengkak akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasari. Dokter dapat memberikan obat-obatan maupun merekomendasikan pembedahan atau prosedur lainnya apabila diperlukan. Adapun pilihan pengobatan untuk jantung bengkak adalah sebagai berikut:

 

  • Obat-obatan. Jika jantung bengkak disebabkan oleh kardiomiopati atau masalah jantung lainnya, dokter dapat merekomendasikan:

    • Obat diuretik: Obat-obatan ini dapat mengurangi jumlah natrium dan air dalam tubuh untuk mengurangi tekanan darah.

    • Obat penurun tekanan darah, termasuk beta blocker dan angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan fungsi jantung.

    • Pengencer darah, obat-obatan pengencer darah (antikoagulan) dapat diberikan untuk mengurangi risiko pembekuan darah yang bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke.

    • Obat irama jantung (antiaritmia), untuk membantu mengendalikan irama detak jantung.

  • Pembedahan atau prosedur lain. Jika obat-obatan tidak cukup untuk mengobati pembesaran jantung, dokter dapat merekomendasikan pemasangan perangkat medis atau tindakan pembedahan tergantung pada kondisi yang mendasari. Beberapa prosedur yang dapat dipilih adalah:

 

Penting untuk dipahami bahwa artikel ini bertujuan sebagai informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Gejala seperti sesak napas, mudah lelah, bengkak pada kaki, atau jantung berdebar tidak selalu menandakan pembesaran jantung, karena keluhan tersebut juga dapat disebabkan oleh kondisi medis lainnya.

 

Apabila gejala menetap, sering kambuh, atau hasil pemeriksaan masih belum memberikan kepastian, memperoleh second opinion dari dokter spesialis jantung dapat menjadi langkah yang bijak. Peninjauan ulang terhadap gejala dan hasil pemeriksaan seperti EKG, ekokardiografi, maupun tes penunjang lain dapat membantu menentukan penyebab serta pilihan terapi yang paling sesuai.

 

Jika Anda mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan jantung, segera lakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat. Penanganan sejak dini berperan penting untuk mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidup.

 

Untuk kemudahan akses layanan, Anda juga dapat menghubungi Siloam Medical Concierge guna memperoleh informasi jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis yang tersedia. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.

 

second opinion dokter spesialis

Sumber

Mayo Clinic. Enlarged heart. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Enlarged Heart (Cardiomegaly). Diakses pada 2024 | StatPearls [Internet]. Cardiomegaly. Diakses pada 2024 | National Center for Biotechnology Information (NCBI). Article on Spontaneous Coronary Artery Dissection. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-christiani-muljono-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christiani Muljono, SpJP, FIHA, AIFO-K

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail