Kesehatan Tubuh
Mengenal Miopati, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Miopati adalah kelompok gangguan yang gejala utamanya berupa kelemahan otot. Kondisi ini memengaruhi otot yang terhubung tulang (otot rangka). Miopati bisa diturunkan dari keluarga atau didapatkan di kemudian hari (acquired). Lantas, apa penyebab miopati? Bagaimana cara mengatasinya? Agar lebih memahaminya, mari simak ulasan selengkapnya tentang miopati di bawah ini.
Apa itu Miopati?
Miopati adalah sekelompok penyakit yang menyerang otot rangka. Otot rangka adalah yang terhubung dengan sistem tulang. Sebagai informasi, sebagian besar otot dalam tubuh merupakan otot rangka. Otot ini bersifat volunter, artinya tubuh dapat mengontrol atau memerintahkan apa yang otot-otot tersebut lakukan. Itulah sebabnya, terjadinya miopati bisa menyebabkan masalah di seluruh tubuh.
Jenis-Jenis Miopati
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, miopati bisa diturunkan atau terjadi sejak lahir (bawaan) dan didapatkan di kemudian hari. Kedua jenis miopati tersebut memiliki beberapa subtipe yang berbeda-beda. Berikut masing-masing penjelasannya.
A. Miopati Bawaan
Miopati bawaan adalah jenis miopati yang terjadi sejak lahir. Sering kali, kondisi ini terjadi karena anak mewarisi gen abnormal dari orang tua yang menyebabkan miopati. Adapun beberapa subtipe miopati bawaan adalah sebagai berikut:
-
Miopati kongenital: Gejala miopati ini biasanya dimulai saat lahir atau di awal masa kanak-kanak. Namun, pada beberapa kasus, gejalanya mungkin muncul di usia remaja atau dewasa. Kondisi ini biasanya memengaruhi semua otot, namun umumnya tidak bersifat progresif (memburuk seiring waktu).
-
Miopati mitokondria: Kondisi ini disebabkan oleh penyakit mitokondria (sel yang menghasilkan energi). Kondisi ini tidak hanya menyebabkan kelemahan otot, tetapi juga dapat memengaruhi sistem organ lain, seperti jantung, otak, dan saluran pencernaan.
-
Miopati metabolik: Kondisi ini timbul karena adanya kelainan pada gen yang mengode enzim yang dibutuhkan untuk fungsi dan gerakan otot normal. Gejalanya sering kali muncul sebagai nyeri pada otot bahu dan paha saat beraktivitas.
-
Distrofi otot: Degenerasi progresif jaringan otot karena adanya protein pendukung struktural yang abnormal. Kondisi ini dapat memengaruhi lengan atau kaki, bisa ringan maupun parah.
B. Miopati yang Didapat (Acquired)
Selain diturunkan dari orang tua, miopati juga bisa didapatkan di kemudian hari. Secara umum, jenis miopati ini dapat disebabkan oleh gangguan medis lain, infeksi, ketidakseimbangan elektrolit, atau penggunaan obat-obatan tertentu. Beberapa jenis miopati yang didapat adalah sebagai berikut:
-
Miopati autoimun: Miopati yang disebabkan oleh penyakit autoimun, suatu kondisi ketika sistem imun tubuh menyerang dirinya sendiri hingga menyebabkan masalah pada fungsi otot.
-
Miopati toksik: Miopati yang terjadi akibat racun atau obat yang mengganggu struktur atau fungsi otot. Beberapa jenis racun yang dapat menyebabkan miopati adalah alkohol dan toluena. Sedangkan, obat-obatan yang bisa memicu miopati, di antaranya kortikosteroid, statin, antivirus, amiodaron, dan lain-lain.
-
Miopati endokrin: Miopati ini disebabkan oleh masalah hormon yang mengganggu fungsi otot. Beberapa kondisi yang berkaitan dengan miopati endokrin adalah:
-
Tiroid: Hipotiroidisme dan hipertiroidisme.
-
Paratoroid: Hiperparatiroidisme.
-
Adrenal: Penyakit Addison dan sindrom Cushing.
-
Miopati infeksius: Miopati yang terjadi akibat infeksi yang memengaruhi fungsi otot. Infeksi ini termasuk infeksi virus (HIV, influenza, dan lain-lain), piomiositis bakteri, penyakit Lyme, infeksi parasit (toksoplasmasis, sistiserkosis, dan trikinosis), dan infeksi jamur (Candida dan Coccidiomycosis).
-
Miopati akibat ketidakseimbangan elektrolit, termasuk potasium (kalium) dan magnesium.
-
Miopati yang berhubungan dengan penyakit sistemik: Kondisi sistemik yang berkaitan dengan miopati adalah amiloidosis, sarkoidosis, dan defisiensi vitamin D.
Penyebab Miopati
Pada dasarnya, penyebab miopati bisa berbeda-beda, tergantung dari jenis-jenisnya. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, salah satunya miopati bawaan dapat disebabkan oleh adanya kelainan pada gen, sedangkan miopati yang didapat bisa disebabkan oleh autoimun atau infeksi.
Di samping itu, beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko miopati adalah sebagai berikut:
-
Terdapat keluarga dengan riwayat miopati.
-
Berjenis kelamin laki-laki.
-
Memiliki penyakit autoimun, metabolik, atau endokrin.
-
Terpapar oleh racun atau obat-obatan tertentu.
Gejala Miopati
Meski terdiri dari beberapa jenis, gejala umum miopati adalah kelemahan otot. Gejala ini paling sering dirasakan pada lengan atas, bahu, dan paha. Selain kelemahan otot, beberapa gejala lain yang menyertai miopati adalah sebagai berikut:
-
Kram dan kekakuan otot.
-
Kejang otot.
-
Mudah lelah, terutama saat beraktivitas.
-
Kesulitan melakukan tugas rutin, seperti berpakaian, mandi, menggosok gigi, atau bangun dari tempat tidur.
-
Pada distrofi otot, kelemahan otot bisa bersifat progresif dan sering kali dimulai di wajah, pinggul, dan bahu.
Diagnosis Miopati
Untuk mendiagnosis miopati, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien beserta keluarga. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk memeriksa kulit, refleks, kekuatan otot, keseimbangan, dan sensasi.
Kemudian, guna mengonfirmasi diagnosis, dokter biasanya merekomendasikan pasien menjalani salah satu atau kombinasi dari beberapa pemeriksaan penunjang berikut ini:
-
Tes darah. Tes ini meliputi:
-
Tes enzim otot, seperti creatine kinase (CK) atau aldolase. Jika terjadi miopati, enzim tersebut biasanya akan meningkatkan akibat kerusakan serat otot.
-
Tes kadar elektrolit, seperti natrium, kalium, magnesium, dan fosfor.
-
Pengujian penyakit autoimun, seperti ANA test, faktor rheumatoid, laju endap darah/erythrocyte sedimentation rate (ESR), dan C-Reactive Protein (CRP).
-
Pengujian endokrin, misalnya untuk mengetahui kadar hormon tiroid.
-
Elektromiografi (EMG) dan studi konduksi saraf, termasuk pengujian konduksi listrik saraf dan pemeriksaan jarum pada otot untuk melihat kerusakan otot.
-
Tes genetik.
-
Biopsi otot.
Pengobatan Miopati
Pengobatan miopati akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Sebagian besar miopati yang diturunkan tidak memiliki obat khusus. Sebagai gantinya, dokter dapat merekomendasikan perawatan untuk mengelola gejalanya, seperti terapi fisik (fisioterapi), serta memberikan obat-obatan guna mengatasi penyebab yang mendasari miopati bawaan, seperti distrofi otot.
Pada miopati yang disebabkan oleh penyakit autoimun, dokter akan meresepkan imunosupresan untuk menekan respons imun tubuh. Sementara itu, jenis miopati yang didapat lainnya, seperti miopati endokrin, toksik, dan infeksi, diobati dengan mengatasi penyebab yang mendasarinya tersebut. Misalnya, dokter dapat memberikan antibiotik atau antivirus pada penderita miopati yang disebabkan oleh infeksi.
Perlu diketahui bahwa penyebab dan gejala yang telah disebutkan di atas tidak semerta-merta merepresentasikan miopati. Artinya, penyebab serta gejalanya tersebut mungkin mirip dengan kondisi medis lainnya. Apabila Anda mengalami sejumlah keluhan yang mengarah pada kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Saraf di Siloam Hospitals terdekat agar memperoleh diagnosis sekaligus pengobatan yang tepat.
Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter atau tenaga medis lainnya terkait dengan kondisi ini juga bisa berbeda-beda setiap rumah sakit, tergantung dari fasilitas yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
NCBI. Myopathy. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Myopathy. Diakses pada 2024 | PennMedicine. Myopathies. Diakses pada 2024 | WebMD. What Are Myopathies?. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini






