Kesehatan Tubuh
7 Penyebab Benjolan di Leher dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Sebagian besar orang mungkin akan merasa khawatir saat menemukan benjolan di leher. Benjolan di leher bisa disebabkan oleh berbagai kondisi medis yang serius. Maka dari itu, penting untuk mengetahui berbagai penyebab benjolan di leher agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat, terutama apabila mengganggu saluran pernapasan dan terasa sesak. Mari pahami lebih lanjut mengenai berbagai penyebab benjolan pada leher beserta cara tepat untuk mengatasinya melalui artikel berikut ini.
Berbagai Penyebab Benjolan di Leher
Sebetulnya, apakah benjolan di leher berbahaya? Pada dasarnya, jika merasakan adanya benjolan di leher, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui apakah hal tersebut disebabkan oleh kondisi yang berbahaya atau tidak. Berikut adalah beberapa penyebab benjolan di leher yang perlu diketahui.
1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Salah satu penyebab benjolan di leher yang umum terjadi adalah pembengkakan kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melawan infeksi bakteri, virus, kuman, dan parasit di dalam tubuh. Kelenjar ini tersebar di seluruh tubuh manusia, seperti leher (termasuk tonsil atau amandel), ketiak, pangkal paha, dan lain sebagainya.
Pembengkakan kelenjar getah bening dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, di antaranya adalah stres, infeksi, penyakit autoimun, kanker, hingga efek samping pengobatan tertentu. Pembengkakan kelenjar getah bening dapat terasa nyeri maupun tidak.
Pembengkakan ini biasanya berukuran kecil, sekitar 1–2 cm, berbentuk seperti kacang, dan bisa muncul pada salah satu atau beberapa bagian tubuh. Pembengkakan kelenjar getah bening dapat dikategorikan berukuran besar jika sudah melebihi 2 cm.
Salah satu pembengkakan kelenjar getah bening yang paling sering terjadi adalah tonsilitis. Tonsilitis atau radang amandel merupakan kondisi ketika terdapat infeksi virus maupun bakteri yang menyerang kelenjar getah bening tonsil. Gejala yang dialami biasanya meliputi nyeri tenggorokan, kesulitan menelan, demam, menggigil, sakit kepala, pembengkakan di area kanan dan kiri leher, serta napas berbau tidak sedap.
2. Pembengkakan Tiroid
Selain pembengkakan kelenjar getah bening, munculnya benjolan di leher juga bisa terjadi akibat pembengkakan kelenjar tiroid. Kelenjar ini terletak pada bagian depan leher dan berfungsi untuk mengatur proses metabolisme tubuh. Terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kelenjar tiroid membengkak dan menimbulkan benjolan di leher, di antaranya:
-
Nodul tiroid, yaitu benjolan padat pada kelenjar tiroid yang berisi air. Benjolan ini dapat berupa tumor jinak atau kista.
3. Gondongan
Penyebab benjolan di leher berikutnya adalah gondongan, yaitu kondisi medis yang disebabkan oleh infeksi virus bernama Paramyxovirus. Virus ini sangatlah menular. Penularannya dapat terjadi melalui air liur, cairan hidung, dan kontak erat dengan orang yang terinfeksi.
Gondongan dapat menimbulkan gejala berupa pembengkakan pada kelenjar air liur yang terletak di sisi kanan dan kiri leher, demam, sakit kepala, lemas, serta penurunan nafsu makan. Selain benjolan di leher, kondisi ini juga dapat menimbulkan bengkak dan nyeri di pipi.
4. Kanker
Penyebab benjolan di leher yang perlu diwaspadai adalah kanker, yaitu pertumbuhan sel abnormal dan ganas di dalam tubuh. Kondisi ini lebih rentan dialami oleh individu yang berusia di atas 50 tahun dan kerap menjalani gaya hidup tidak sehat, seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
Secara umum, terdapat beberapa jenis kanker yang bisa menyebabkan tumbuh benjolan di leher, di antaranya sebagai berikut.
-
Kanker kelenjar getah bening, seperti limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.
-
Kanker kelenjar air liur.
5. Lipoma
Lipoma merupakan benjolan lemak yang tumbuh di antara kulit dan lapisan otot. Benjolan lemak ini bersifat jinak dan dapat tumbuh pada berbagai bagian tubuh, termasuk leher. Lipoma dapat dialami oleh semua kalangan usia, namun lebih banyak terjadi pada pria atau orang berusia 40–60 tahun.
Secara umum, lipoma memiliki warna yang menyerupai warna kulit atau berwarna pucat. Benjolan ini biasanya tumbuh di leher, punggung, atau bahu. Saat disentuh, lipoma terasa lembut dan mudah digerakkan. Lipoma biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri dan cenderung tidak berbahaya. Namun, jika berukuran besar dan menekan saraf di sekitarnya, kondisi tersebut bisa membuat penderitanya merasa nyeri.
6. Sialolithiasis
Penyebab benjolan di leher berikutnya adalah adanya batu di dalam kelenjar air liur (sialolithiasis). Pasalnya, senyawa kimia yang terkandung di dalam air liur terkadang dapat mengendap serta membentuk batu kecil. Batu ini bisa menyumbat aliran air liur ke dalam mulut dan menyebabkan munculnya benjolan di sisi leher.
Sialolithiasis lebih banyak terjadi pada laki-laki berusia 30–60 tahun. Sialolithiasis menyebabkan nyeri pada mulut, wajah, dan leher, terutama sebelum atau saat makan. Pasalnya, saat sedang mengonsumsi makanan, air liur akan keluar untuk membantu mencerna makanan. Ketika terdapat batu yang menutupi saluran air liur, air liur akan kembali lagi ke kelenjar dan menyebabkan pembengkakan serta nyeri. Salah satu faktor risiko sialolithiasis adalah kurang minum air putih.
7. Kista Duktus Tiroglosus
Kista duktus tiroglosus merupakan kelainan kongenital yang terjadi ketika saluran tiroglosus menetap di area leher setelah turunnya kelenjar tiroid. Kondisi ini dapat menimbulkan benjolan pada leher anak dan biasanya terletak pada bagian depan leher bagian tengah.
Meski umumnya tidak berbahaya, kista ini bisa berkembang menjadi lebih besar seiring dengan pertambahan usia atau bahkan bisa terbentuk abses. Oleh karena itu, dokter akan menangani kista duktus tiroglosus melalui tindakan pembedahan untuk mengangkat benjolan tersebut.
Cara Mengatasi Benjolan di Leher
Apabila menemukan benjolan di leher, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter guna mendapatkan diagnosis yang tepat. Dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk menanyakan keluhan dan riwayat medis pasien. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik terutama di area leher.
Bila diperlukan, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti tes darah, rontgen, USG, MRI, hingga biopsi untuk mencari tahu penyebab yang mendasari kemunculan benjolan di leher. Selanjutnya, dokter akan menangani benjolan di leher sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Secara umum, beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menangani benjolan di leher adalah sebagai berikut.
-
Pemberian antibiotik atau antivirus jika benjolan di leher disebabkan oleh infeksi.
-
Terapi untuk meningkatkan atau menghambat produksi hormon tiroid jika benjolan di leher disebabkan oleh gangguan tiroid.
-
Kemoterapi, radioterapi, atau prosedur operasi jika benjolan di leher disebabkan oleh kanker.
Penting untuk diingat bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Tidak menutup kemungkinan pula bahwa benjolan pada leher disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak disebutkan pada artikel ini.
Oleh karena itu, apabila Anda merasakan adanya benjolan pada leher disertai rasa nyeri yang tak kunjung menghilang dalam beberapa waktu, segera kunjungi Dokter Spesialis Otorinolaringologi (THTBKL) di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait kondisi ini akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga mungkin berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis spesifik pasien.
Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan secara online. Unduh aplikasi MySiloam sekarang dan nikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Hidup Sehat Basic
Penawaran Spesial, Skrining Lite
11 Service/Item
Rp649.000
TERPOPULER
Non Live In Coordinated Care Weekly (Advance) - Homecare
Coordinated Care
Rp25.000.000
TERPOPULER
Vert. Cervicalis AP + Lateral / Rontgen Tulang Leher
Rontgen / X-Ray
Rp405.000
TERPOPULER
USG Leher
USG
Rp613.000
1.5T MRI NECK / LARYNX NON CONTRAST
MRI / MRA
Rp2.870.000







