Protein Losing Enteropathy - Penyebab, Gejala, & Pengobatan
Kesehatan Tubuh

Protein Losing Enteropathy - Penyebab, Gejala, & Pengobatan

16 Mei 2025 4 menit waktu baca
protein losing enteropathy adalah

Protein losing enteropathy adalah kondisi ketika terlalu banyak protein yang bocor ke dalam usus. Kondisi ini dapat membuat tubuh kehilangan protein yang dibutuhkan, sehingga bisa membahayakan kesehatan secara keseluruhan. Mari kenali penyebab, gejala, hingga pengobatan protein losing enteropathy selengkapnya melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Protein Losing Enteropathy (PLE)?

 

Seperti yang telah dijelaskan, protein losing enteropathy (PLE) adalah kondisi ketika tubuh kehilangan protein akibat adanya kebocoran ke saluran pencernaan, terutama usus. Secara umum, protein losing enteropathy bukanlah suatu penyakit, melainkan sebuah sindrom atau sekumpulan gejala-gejala tertentu. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penyakit jangka panjang, seperti penyakit Crohn.

 

Penyebab Protein Losing Enteropathy

 

Terdapat beberapa alasan yang diketahui bisa menyebabkan terjadinya protein losing enteropathy. Pertama, ada banyak gangguan gastrointestinal (GI) atau pencernaan yang bisa memicu terjadinya peradangan di dalam usus. Dalam kondisi normal, tubuh dapat mencerna dan menyerap sebagian besar protein di usus. Namun, peradangan pada usus bisa mengganggu proses pencernaan tersebut sehingga menyebabkan terjadinya PLE.

 

Kedua, terdapat kondisi tertentu yang bisa menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak cairan limfatik yang kaya akan protein. Kelebihan cairan limfatik tersebut bisa mengalir ke usus dan memicu terjadinya protein losing enteropathy

 

Selain itu, pada penyakit yang bisa menyebabkan peningkatan tekanan limfatik dan obstruksi limfatik, akan terjadi peningkatan kebocoran cairan limfatik ke saluran pencernaan dan penurunan penyerapan kilomikron. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya kekurangan vitamin yang larut dalam lemak dan hilangnya protein.

 

Secara umum, protein losing enteropathy dapat dialami oleh siapa saja. Namun, terdapat tiga kelompok penyakit yang diketahui bisa memicu hilangnya protein di dalam tubuh secara berlebihan, yaitu gangguan pencernaan erosive dan ulcerative, gangguan pencernaan non-erosive dan non-ulcerative, serta gangguan yang menyebabkan peningkatan tekanan pada rongga organ tubuh atau penyumbatan pembuluh getah bening. Berikut uraian selengkapnya.

 

Gangguan pencernaan erosive dan ulcerative:

 

 

Gangguan pencernaan non-erosive dan non-ulcerative:

 

 

Gangguan yang menyebabkan peningkatan tekanan pada rongga organ tubuh atau penyumbatan pembuluh getah bening:

 

  • Penyakit jantung.

  • Kanker pada sistem limfatik.

  • Sirosis hati.

  • Hepatic venous outflow obstruction.

  • Obstruksi ductus thoracicus (pembuluh limfatik terbesar dari sistem limfatik tubuh).

  • Tuberkulosis mesenterika atau sarkoidosis

 

Di samping itu, salah satu penyebab PLE yang paling sering terjadi adalah efek samping operasi jantung terbuka, yaitu Fontan procedure. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk menangani pasien dengan penyakit jantung bawaan, terutama pada anak-anak.

 

Gejala Protein Losing Enteropathy

 

Gejala utama protein losing enteropathy adalah rendahnya kadar albumin di dalam darah (hipoalbuminemia). 

Di samping itu, gejala yang dialami oleh penderita kondisi ini bisa bervariasi, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Namun, sejumlah gejala yang kerap menyertai protein losing enteropathy adalah sebagai berikut:

 

  • Diare.

  • Perut kembung.

  • Sakit perut.

  • Sering terinfeksi bakteri, virus, maupun jamur.

  • Asites atau penumpukan cairan di perut.

 

Selain itu, seseorang yang menderita PLE karena penyakit jantung juga dapat mengalami beberapa gejala berikut ini:

 

 

Diagnosis Protein Losing Enteropathy

 

Dalam menegakkan diagnosis PLE, dokter akan terlebih dahulu memastikan bahwa pasien memiliki kondisi yang mendasarinya. Apabila pasien tidak mengalami kondisi medis yang bisa menyebabkan PLE, dokter akan menegakkan diagnosis untuk penyakit lain yang dapat menimbulkan gejala serupa, seperti:

 

 

Untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasari PLE, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa tes penunjang lainnya, seperti:

 

  • Tes pencitraan, seperti MRI, CT scan, atau sinar-X.

  • Endoskopi.

  • Kolonoskopi.

  • Enteroscopy, prosedur yang dilakukan untuk memeriksa usus halus.

  • Tes darah, untuk melihat kadar protein pada serum darah seperti albumin, globulin. Tes ini juga dapat dilakukan untuk memeriksa fungsi ginjal, fungsi hati, atau penanda autoimun jika diperlukan.

  • Tes urine.

  • Pemeriksaan feses, untuk melihat kadar protein alfa-1-antitripsin (A1AT) yang dikeluarkan usus.

 

Pengobatan Protein Losing Enteropathy

 

Pengobatan protein losing enteropathy utamanya dilakukan dengan menangani penyebab yang mendasarinya. Misalnya, dokter dapat memberikan obat diuretik atau steroid untuk membantu mengurangi peradangan pada usus yang menyebabkan terjadinya PLE.

 

Selain itu, dokter juga dapat mengarahkan pasien untuk menjalani perawatan tertentu guna mengembalikan kadar normal protein di dalam tubuh. Beberapa prosedur perawatan tersebut, di antaranya:

 

  • Perubahan pola makan dengan meningkatkan asupan protein dan mengurangi asupan lemak.

  • Penambahan protein ke dalam darah melalui infus.

  • Melakukan embolisasi limfatik untuk menutup pembuluh limfatik yang mengalami kebocoran.

 

Dapat disimpulkan, protein losing enteropathy adalah masalah kesehatan yang serius sehingga perlu segera ditangani dengan tepat. Maka dari itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals apabila Anda mengalami gejala yang berkaitan dengan kondisi ini.

 

Selain itu, untuk perawatan lebih lanjut serta deteksi dini gangguan pencernaan lainnya, Anda dapat melakukan Skrining Sistem Pencernaan Lengkap dengan memesan paket tersebut dari aplikasi MySiloam. Bahkan, MySiloam juga bisa Anda gunakan untuk memantau hasil pemeriksaan secara online.

 

Aplikasi My Siloam (1)

 

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail