Kesehatan Tubuh
Protein Losing Enteropathy - Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Table of Contents
Protein losing enteropathy adalah kondisi ketika terlalu banyak protein yang bocor ke dalam usus. Kondisi ini dapat membuat tubuh kehilangan protein yang dibutuhkan, sehingga bisa membahayakan kesehatan secara keseluruhan. Mari kenali penyebab, gejala, hingga pengobatan protein losing enteropathy selengkapnya melalui artikel berikut ini.
Apa itu Protein Losing Enteropathy (PLE)?
Seperti yang telah dijelaskan, protein losing enteropathy (PLE) adalah kondisi ketika tubuh kehilangan protein akibat adanya kebocoran ke saluran pencernaan, terutama usus. Secara umum, protein losing enteropathy bukanlah suatu penyakit, melainkan sebuah sindrom atau sekumpulan gejala-gejala tertentu. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penyakit jangka panjang, seperti penyakit Crohn.
Penyebab Protein Losing Enteropathy
Terdapat beberapa alasan yang diketahui bisa menyebabkan terjadinya protein losing enteropathy. Pertama, ada banyak gangguan gastrointestinal (GI) atau pencernaan yang bisa memicu terjadinya peradangan di dalam usus. Dalam kondisi normal, tubuh dapat mencerna dan menyerap sebagian besar protein di usus. Namun, peradangan pada usus bisa mengganggu proses pencernaan tersebut sehingga menyebabkan terjadinya PLE.
Kedua, terdapat kondisi tertentu yang bisa menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak cairan limfatik yang kaya akan protein. Kelebihan cairan limfatik tersebut bisa mengalir ke usus dan memicu terjadinya protein losing enteropathy.
Selain itu, pada penyakit yang bisa menyebabkan peningkatan tekanan limfatik dan obstruksi limfatik, akan terjadi peningkatan kebocoran cairan limfatik ke saluran pencernaan dan penurunan penyerapan kilomikron. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya kekurangan vitamin yang larut dalam lemak dan hilangnya protein.
Secara umum, protein losing enteropathy dapat dialami oleh siapa saja. Namun, terdapat tiga kelompok penyakit yang diketahui bisa memicu hilangnya protein di dalam tubuh secara berlebihan, yaitu gangguan pencernaan erosive dan ulcerative, gangguan pencernaan non-erosive dan non-ulcerative, serta gangguan yang menyebabkan peningkatan tekanan pada rongga organ tubuh atau penyumbatan pembuluh getah bening. Berikut uraian selengkapnya.
Gangguan pencernaan erosive dan ulcerative:
-
Penyakit Crohn.
-
Kanker lambung atau kanker usus besar.
-
Infeksi bakteri Clostridium difficile.
-
Graft-versus-host disease, kondisi ini bisa terjadi setelah transplantasi sel punca.
Gangguan pencernaan non-erosive dan non-ulcerative:
-
Infeksi bakteri atau parasit tertentu.
-
AIDS.
Gangguan yang menyebabkan peningkatan tekanan pada rongga organ tubuh atau penyumbatan pembuluh getah bening:
-
Kanker pada sistem limfatik.
-
Hepatic venous outflow obstruction.
-
Obstruksi ductus thoracicus (pembuluh limfatik terbesar dari sistem limfatik tubuh).
-
Tuberkulosis mesenterika atau sarkoidosis.
Di samping itu, salah satu penyebab PLE yang paling sering terjadi adalah efek samping operasi jantung terbuka, yaitu Fontan procedure. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk menangani pasien dengan penyakit jantung bawaan, terutama pada anak-anak.
Gejala Protein Losing Enteropathy
Gejala utama protein losing enteropathy adalah rendahnya kadar albumin di dalam darah (hipoalbuminemia).
Di samping itu, gejala yang dialami oleh penderita kondisi ini bisa bervariasi, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Namun, sejumlah gejala yang kerap menyertai protein losing enteropathy adalah sebagai berikut:
-
Sakit perut.
-
Sering terinfeksi bakteri, virus, maupun jamur.
-
Asites atau penumpukan cairan di perut.
Selain itu, seseorang yang menderita PLE karena penyakit jantung juga dapat mengalami beberapa gejala berikut ini:
-
Pitting edema, pembengkakan yang terjadi di bawah permukaan kulit.
-
Efusi pleura (penumpukan cairan pada rongga pleura).
-
Efusi perikardium (penumpukan cairan pada perikardium di sekitar jantung).
-
Malnutrisi berat.
Diagnosis Protein Losing Enteropathy
Dalam menegakkan diagnosis PLE, dokter akan terlebih dahulu memastikan bahwa pasien memiliki kondisi yang mendasarinya. Apabila pasien tidak mengalami kondisi medis yang bisa menyebabkan PLE, dokter akan menegakkan diagnosis untuk penyakit lain yang dapat menimbulkan gejala serupa, seperti:
-
Gangguan ginjal, seperti sindrom nefrotik.
-
Malnutrisi protein.
-
Infeksi bakteri Salmonella sp.
Untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasari PLE, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa tes penunjang lainnya, seperti:
-
Enteroscopy, prosedur yang dilakukan untuk memeriksa usus halus.
-
Tes darah, untuk melihat kadar protein pada serum darah seperti albumin, globulin. Tes ini juga dapat dilakukan untuk memeriksa fungsi ginjal, fungsi hati, atau penanda autoimun jika diperlukan.
-
Pemeriksaan feses, untuk melihat kadar protein alfa-1-antitripsin (A1AT) yang dikeluarkan usus.
Pengobatan Protein Losing Enteropathy
Pengobatan protein losing enteropathy utamanya dilakukan dengan menangani penyebab yang mendasarinya. Misalnya, dokter dapat memberikan obat diuretik atau steroid untuk membantu mengurangi peradangan pada usus yang menyebabkan terjadinya PLE.
Selain itu, dokter juga dapat mengarahkan pasien untuk menjalani perawatan tertentu guna mengembalikan kadar normal protein di dalam tubuh. Beberapa prosedur perawatan tersebut, di antaranya:
-
Perubahan pola makan dengan meningkatkan asupan protein dan mengurangi asupan lemak.
-
Penambahan protein ke dalam darah melalui infus.
-
Melakukan embolisasi limfatik untuk menutup pembuluh limfatik yang mengalami kebocoran.
Dapat disimpulkan, protein losing enteropathy adalah masalah kesehatan yang serius sehingga perlu segera ditangani dengan tepat. Maka dari itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals apabila Anda mengalami gejala yang berkaitan dengan kondisi ini.
Selain itu, untuk perawatan lebih lanjut serta deteksi dini gangguan pencernaan lainnya, Anda dapat melakukan Skrining Sistem Pencernaan Lengkap dengan memesan paket tersebut dari aplikasi MySiloam. Bahkan, MySiloam juga bisa Anda gunakan untuk memantau hasil pemeriksaan secara online.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Routine Test / Urine Rutin (Protein, Glukosa, Sedimen)
Infeksi, Skrining Ginjal, Urin
1 Service/Item
Rp63.000
TERPOPULER
Total Protein - ALB/Glob (Albumin & Globulin)
Darah, Hati/ Liver, Skrining Ginjal
1 Service/Item
Rp125.100
TERPOPULER
Routine Faeces / Feses Rutin
Feses, Pencernaan
1 Service/Item
Rp112.500
TERPOPULER
Rontgen Dada
Rontgen / X-Ray
Rp191.000
TERPOPULER
Complete Blood Count + Diff / Pemeriksaan Darah Lengkap
1 Service/Item
Rp123.300







