Apa itu Limfadenopati? Ini Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Limfadenopati? Ini Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

22 Agustus 2024 5 menit waktu baca
limfadenopati adalah

Lymphadenopathy atau limfadenopati adalah istilah yang merujuk pada pembengkakan dan pembesaran kelenjar getah bening. Kondisi ini biasanya terjadi sebagai reaksi alami tubuh saat menderita suatu penyakit atau infeksi tertentu. Limfadenopati dapat menimbulkan benjolan yang terasa lunak dan nyeri. Mari pahami lebih lanjut mengenai apa itu limfadenopati dalam artikel berikut ini.

 

Apa itu Limfadenopati?

 

Seperti yang telah dijelaskan bahwa limfadenopati adalah kondisi ketika terjadi pembengkakan dan pembesaran pada kelenjar getah bening. Pada dasarnya, kelenjar getah bening tersebar di berbagai bagian tubuh, seperti di area leher, dada, lengan, perut, pangkal paha, dan lain sebagainya.

 

Secara umum, kondisi ini menandakan bahwa sistem imun sedang bekerja untuk menyerang virus atau bakteri yang menginfeksi tubuh. Pasalnya, kelenjar getah bening termasuk dalam sistem limfatik yang bertugas menyaring sel abnormal, patogen, atau benda asing lainnya melalui cairan getah bening.

 

Penyebab Limfadenopati

 

Limfadenopati terjadi ketika sistem imun melawan patogen, seperti bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh. Pada kondisi ini, sel darah putih dan cairan getah bening akan menumpuk di kelenjar getah bening sehingga menyebabkan terjadinya pembengkakan.

 

Bagian tubuh yang terserang infeksi umumnya terletak di dekat kelenjar getah bening yang membengkak. Misalnya, seseorang yang menderita radang tenggorokan bisa mengalami limfadenopati di area leher.

 

Berdasarkan jumlah kelenjar getah bening yang terdampak, limfadenopati dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu limfadenopati sistemik dan limfadenopati lokal. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • Limfadenopati sistemik: Jenis limfadenopati yang terjadi pada beberapa kelompok kelenjar getah bening di bagian tubuh yang berbeda. Kondisi ini dapat disebabkan oleh:

  • Limfadenopati lokal: Pembengkakan yang terjadi pada salah satu atau beberapa kelenjar getah bening di bagian tubuh yang berdekatan, misalnya:

    • Limfadenopati di leher (servikal), umumnya disebabkan oleh infeksi di saluran pernapasan atas, mononukleosis, rubella, limfadenitis akut, toksoplasmosis, faringitis, infeksi telinga, dan sebagainya.

    • Limfadenopati di bawah dagu (submaksila dan submental), dapat terjadi akibat limfadenitis akut atau infeksi mulut.

    • Limfadenopati di ketiak (aksila), dapat terjadi akibat infeksi lokal, reaksi terhadap imunisasi, limfoma, demam rematik, tumor atau keganasan pada payudara, dan brucellosis.

    • Limfadenopati di pangkal paha (inguinal), umumnya disebabkan oleh ruam popok, infeksi lokal, gigitan serangga, serta penyakit kelamin, seperti sifilis atau lymphogranuloma venereum (LGV).

 

Gejala Limfadenopati

 

Gejala utama limfadenopati adalah pembengkakan pada kelenjar getah bening. Kondisi ini bisa terjadi pada satu atau beberapa bagian tubuh. Kelenjar getah bening yang membengkak biasanya memiliki karakteristik berupa munculnya benjolan di bawah kulit yang terasa nyeri, lunak, hangat saat diraba, dan berwarna kemerahan.

 

Selain itu, limfadenopati juga bisa disertai dengan gejala lain, yang mana hal tersebut tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Adapun beberapa gejala yang kerap menyertai limfadenopati adalah:

 

  • Muncul ruam merah pada kulit.

  • Lemas.

  • Mudah lelah.

  • Sakit kepala.

  • Pegal-pegal.

  • Demam.

  • Nyeri tenggorokan.

  • Hidung tersumbat.

  • Batuk.

  • Berkeringat di malam hari.

  • Penurunan nafsu makan.

  • Berat badan menurun.

 

Diagnosis Limfadenopati

 

Pertama-tama, dokter akan terlebih dahulu melakukan tanya jawab terkait dengan gejala, riwayat kesehatan, serta obat-obatan yang sedang dikonsumsi oleh pasien. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara keseluruhan, mulai dari kepala hingga kaki. Dokter juga akan mengamati serta meraba ukuran, bentuk, jumlah, tekstur, serta apakah benjolan terasa nyeri saat ditekan atau tidak.

 

Untuk membantu menegakkan diagnosis limfadenopati, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang berikut ini:

 

  • Tes darah lengkap, untuk memeriksa tanda-tanda infeksi serta kemungkinan penyebab lain.

  • Tes pencitraan, seperti sinar-X, USG, MRI, atau CT scan untuk mendeteksi sumber infeksi maupun tumor.

  • Biopsi jaringan kelenjar getah bening.

 

Pengobatan Limfadenopati

 

Secara umum, pengobatan limfadenopati dapat dilakukan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Meski demikian, beberapa metode yang biasanya digunakan oleh dokter untuk menangani dan mengobati penyebab limfadenopati adalah sebagai berikut:

 

  • Pemberian antibiotik, untuk menangani limfadenopati akibat infeksi bakteri.

  • Pemberian obat imunosupresan, untuk menekan respons sistem imun tubuh serta menangani limfadenopati akibat gangguan autoimun.

  • Pemberian obat analgesik, untuk membantu meredakan rasa nyeri.

  • Tindakan operasi, kemoterapi, atau radioterapi, untuk menangani limfadenopati akibat kanker.

 

Di samping itu, guna membantu meredakan nyeri dan pembengkakan pada kelenjar getah bening, dokter juga dapat menyarankan pasien untuk melakukan beberapa perawatan mandiri berikut ini:

 

  • Meletakkan kompres hangat pada area yang terasa nyeri.

  • Beristirahat dan tidur yang cukup.

  • Menjaga kebersihan pada area tubuh sekitar benjolan.

 

Komplikasi Limfadenopati

 

Pada dasarnya, limfadenopati adalah ‘penanda’ bahwa tubuh sedang ada dalam kondisi sakit yang butuh untuk diobati. Setelah penyebab penyakit tersebut ditangani, limfadenopati biasanya akan membaik dengan sendirinya. 

 

Sebaliknya, jika limfadenopati tampak semakin besar, hal tersebut bisa menjadi penanda bahwa terjadi progresi penyakit yang lebih parah, misalnya terbentuk abses atau infeksi dapat berkembang menjadi sepsis. Limfadenopati yang semakin membesar juga bisa menjadi indikasi dari kanker maupun metastasis (penyebaran sel kanker ke bagian tubuh lainnya). 

 

Pencegahan Limfadenopati

 

Pencegahan limfadenopati dapat dilakukan dengan menghindari kondisi yang bisa memicu reaksi sistem imun dan menyebabkan terjadinya pembengkakan pada kelenjar getah bening. Adapun beberapa upaya yang bisa diterapkan untuk meminimalkan risiko terjadinya limfadenopati adalah:

 

  • Tidak berbagi peralatan pribadi, seperti pisau cukur, sikat gigi, alat makan, dan handuk dengan orang lain.

  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah dari toilet, sebelum mengolah makanan, sebelum makan, setelah makan, serta setelah bersin dan batuk.

  • Menutup mulut saat bersin atau batuk dengan siku menggunakan tisu bersih.

  • Melakukan imunisasi sesuai dengan jadwal.

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

  • Menghindari paparan zat berbahaya, seperti zat kimia tertentu dan asap rokok.

 

Agar tidak berdampak pada kualitas hidup secara keseluruhan, penting untuk segera menangani limfadenopati dengan tepat. Dalam hal ini, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals jika mengalami gejala-gejala yang mengarah pada limfadenopati.

 

Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam yang menyediakan fitur-fitur untuk mengakses layanan kesehatan lebih cepat. Melalui aplikasi ini, Anda dapat reservasi pertemuan dengan dokter, antre secara online, atau bahkan berkonsultasi dengan dokter secara virtual.

 

Aplikasi My Siloam (1)

 

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail