Kesehatan Tubuh
Manajemen Nyeri Berdasarkan Jenisnya yang Perlu Diketahui

Table of Contents
Nyeri adalah masalah kesehatan yang umum terjadi. Kondisi ini kerap mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Untuk membantu meredakan gangguan kesehatan tersebut, dokter biasanya akan melakukan manajemen nyeri menggunakan obat-obatan atau terapi tertentu. Untuk mengetahui manajemen nyeri selengkapnya, mari simak artikel berikut ini.
Mengenal Jenis-Jenis Nyeri
Nyeri adalah sensasi tidak nyaman dan sakit yang muncul pada bagian tubuh tertentu. Kondisi ini dapat disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu. Berdasarkan karakteristiknya, nyeri sendiri dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya sebagai berikut:
1. Nyeri Akut
Jenis nyeri yang pertama adalah nyeri akut. Kondisi ini ditandai dengan munculnya rasa nyeri secara tiba-tiba dan hanya berlangsung dalam jangka waktu yang singkat (misalnya, selama beberapa menit, jam, hari, atau beberapa minggu). Nyeri akut umumnya disebabkan oleh kondisi, trauma, atau cedera tertentu, seperti:
-
Kecelakaan lalu lintas.
-
Terjatuh dari ketinggian.
-
Tindakan operasi.
-
Persalinan.
2. Nyeri Kronis
International Association for the Study of Pain (IASP) mendefinisikan nyeri kronis sebagai nyeri yang berlangsung atau berulang selama lebih dari 3 bulan. Kondisi ini mungkin dimulai dari nyeri akut yang terus berlanjut dalam jangka waktu yang lama dan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Nyeri kronik dapat dibagi dalam berbagai kategori dan tipe. Berikut penjelasannya:
-
Nyeri neuropatik: Nyeri saraf yang dapat dibagi kembali menjadi tiga jenis, yaitu:
-
Nyeri neuropati perifer, seperti neuralgia pasca herpes.
-
Nyeri neuropati diabetik (kerusakan saraf pada kondisi diabetes melitus).
-
Nyeri neuropati sentral, seperti gangguan pembuluh darah otak.
-
Nyeri nosiseptif: Nyeri akibat cedera jaringan, seperti luka bakar, memar, keseleo, serta nyeri akibat tindakan pembedahan. Nyeri ini terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu nyeri viseral (berasal dari organ dalam) dan nyeri somatik (berasal dari jaringan, otot, atau sendi).
-
Nyeri muskuloskeletal: Nyeri punggung, termasuk nyeri radikuler (nyeri yang menjalar), dan nyeri myofascial.
-
Nyeri inflamasi: Gangguan autoimun (rheumatoid arthritis, fibromyalgia, dan artritis gout), serta infeksi dan nyeri pada penyakit kanker.
-
Nyeri psikogenik: Nyeri disebabkan oleh faktor psikologis, emosional, gangguan perilaku, dan lain-lain.
-
Nyeri mekanis: Terjadi akibat tumor jinak, keganasan yang meluas (metatasis), penumpukan cairan di perut (asites), dan patah tulang yang lama.
3. Breakthrough Pain
Breakthrough pain adalah peningkatan sensasi nyeri yang muncul secara tiba-tiba, terjadi dalam durasi singkat, dan terasa tajam. Jenis dan lokasi nyeri biasanya sama dengan nyeri kronis pada pasien. Hal ini kerap dialami oleh seseorang setelah mengonsumsi obat untuk menangani nyeri kronis akibat kondisi tertentu. Breakthrough pain juga kerap disebut pain flare dan bisa terjadi saat:
-
Olahraga.
-
Batuk.
-
Stres.
-
Di antara waktu konsumsi obat pereda nyeri.
4. Nyeri Viseral
Nyeri viseral terjadi akibat cedera atau kerusakan pada organ dalam, yang umumnya dirasakan di area batang tubuh, termasuk dada, perut, dan panggul. Nyeri ini sering sulit untuk dilokalisasi dengan tepat dan biasanya digambarkan sebagai tekanan, rasa sakit, remasan, atau kram.
Selain itu, nyeri viseral sering kali disertai gejala lain, seperti mual, muntah, serta perubahan pada suhu tubuh, denyut jantung, atau tekanan darah. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan nyeri viseral meliputi:
5. Nyeri Somatik
Nyeri somatik terjadi karena rangsangan pada reseptor nyeri di jaringan seperti kulit, otot, sendi, jaringan ikat, dan tulang, bukan organ dalam. Nyeri ini cenderung lebih mudah dilokalisasi dibandingkan nyeri viseral dan biasanya dirasakan sebagai nyeri yang konstan.
Nyeri somatik dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni dangkal dan dalam. Contohnya, robekan pada tendon akan menimbulkan nyeri somatik dalam, sedangkan sariawan pada lapisan mulut menyebabkan nyeri somatik dangkal. Beberapa kondisi yang dapat menimbulkan nyeri somatik meliputi patah tulang, otot tegang, penyakit jaringan ikat seperti osteoporosis, kanker kulit atau tulang, luka pada kulit, serta nyeri sendi akibat artritis.
6. Phantom Pain
Phantom pain adalah nyeri yang terasa seperti berasal dari bagian tubuh yang sudah tidak ada lagi. Kondisi ini biasanya terjadi pada seseorang yang mengalami amputasi. Secara umum, sensasi phantom pain berasal dari informasi yang dibawakan oleh sumsum tulang belakang dan otak.
7. Soft Tissue Pain
Soft tissue pain adalah nyeri atau ketidaknyamanan yang terjadi akibat kerusakan atau peradangan pada jaringan lunak di dalam tubuh, seperti otot atau ligamen. Kondisi ini juga kerap berkaitan dengan pembengkakan atau memar di bagian tubuh yang terdampak. Adapun beberapa penyebab umum soft tissue pain adalah:
-
Nyeri leher atau punggung.
-
Fibromyalgia.
-
Temporomandibular joint (TMJ) syndrome.
8. Referred Pain
Referred pain (nyeri alih) adalah jenis nyeri yang terasa seperti berasal dari satu lokasi tertentu, namun disebabkan oleh cedera atau peradangan pada struktur atau organ tubuh lain. Contohnya, saat mengalami serangan jantung (infark miokard), seseorang bisa merasakan nyeri di area leher, bahu kiri, dan lengan kanan.
Referred pain dapat terjadi karena adanya jaringan saraf sensorik yang saling berhubungan dan menyuplai beberapa jaringan tubuh yang berbeda. Karena itu, cedera di satu area jaringan bisa disalahartikan oleh otak sebagai gangguan pada bagian jaringan lainnya.
Manajemen Nyeri Berdasarkan Jenisnya
Untuk menangani keluhan yang dijelaskan di atas, dokter biasanya akan melakukan manajemen nyeri, yaitu prosedur yang dilakukan dengan mengidentifikasi dan mengelola pengalaman sensorik maupun emosional yang berkaitan dengan kerusakan jaringan atau fungsional tubuh.
Prosedur ini juga dapat digunakan untuk menangani nyeri yang terjadi secara mendadak atau lambat serta berintensitas ringan hingga berat dan konstan. Tujuan utama manajemen nyeri adalah untuk mengurangi rasa nyeri yang telah mengganggu seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Prosedur ini juga dapat membantu meningkatkan fungsi bagian tubuh yang terasa nyeri serta mengoptimalkan kualitas hidup seseorang.
Terdapat beberapa manajemen nyeri yang umum digunakan untuk meredakan nyeri, di antaranya sebagai berikut:
Manajemen nyeri farmakologi:
-
Penggunaan obat nonopioid, seperti obat antiinflamasi nonsteroid/OAINS, seperti ibuprofen, diclofenac, meloxicam, dan lain-lain.
-
Penggunaan obat opioid berdosis rendah (weak opioid), seperti codeine dan tramadol.
-
Penggunaan opioid kombinasi (mengandung opioid lemah dan nonopioid), seperti hidrokodon dan parasetamol.
-
Penggunaan opioid berdosis tinggi (strong opioid), seperti morfin, fentanil, dan oxycodone.
-
Obat adjuvant (tambahan), untuk meningkatkan kontrol nyeri dalam tubuh, meredakan peradangan, serta meningkatkan fungsi sistem tubuh lainnya. Beberapa contoh obatnya adalah cannabidiol, capsaicin, dan gabapentin.
Manajemen nyeri non-farmakologi
-
Kompres dingin atau hangat.
-
Psikoterapi dan konseling.
-
Teknik relaksasi, seperti menerapkan teknik pernapasan untuk membantu menurunkan ketegangan otot yang kerap menyebabkan munculnya rasa nyeri.
Dalam hal ini, beberapa manajemen nyeri yang bisa dilakukan untuk menangani berbagai jenis nyeri adalah:
-
Nyeri akut: Penggunaan obat nonopioid, opioid lemah, opioid kuat, dan perawatan nonfarmakologi seperti kompres dingin atau bioelectric therapy.
-
Nyeri kronis: Penggunaan obat nonopioid, opioid lemah, opioid kuat, antidepresan, penggunaan krim capsaicin, dan perawatan nonfarmakologi seperti bioelectric therapy.
-
Breakthrough pain: Penggunaan opioid jangka pendek serta perawatan nonfarmakologis seperti akupunktur atau teknik relaksasi.
-
Nyeri viseral: Penggunaan antiinflamasi nonsteroid (NSAID), antidepresan, krim capsaicin, dan perawatan nonfarmakologis seperti terapi relaksasi atau akupunktur.
-
Nyeri somatik: Penggunaan obat antinyeri, relaksan otot, opioid untuk nyeri yang sangat parah, dan perawatan nonfarmakologis seperti terapi fisik dan terapi perilaku kognitif.
-
Phantom pain: Penggunaan nonopioid, antidepresan, antikonvulsan, ketamine, dan perawatan nonfarmakologis seperti akupunktur dan repetitive transcranial magnetic stimulation (rTMS).
-
Soft tissue pain: Penggunaan nonopioid, kortikosteroid, dan perawatan nonfarmakologis seperti kompres dingin, fisioterapi, serta terapi ultrasound.
-
Referred pain: Penggunaan nonopioid, kompres dingin/hangat sesuai dengan penyebab, dan perawatan nonfarmakologis seperti pijat refleksi atau TENS.
Itu dia penjelasan mengenai manajemen nyeri yang dapat dilakukan berdasarkan jenisnya. Namun, perlu diingat bahwa penanganan nyeri yang dijelaskan di atas hanya bisa dilakukan jika diagnosis sudah dikonfirmasi oleh dokter. Dalam hal ini, dokter juga perlu mempertimbangkan kesehatan pasien secara keseluruhan guna menentukan metode pengobatan yang tepat dan sesuai dengan kondisi tubuh.
Apabila Anda atau kerabat Anda memiliki keluhan nyeri yang memerlukan penanganan medis serta manajemen pengobatan yang tepat dari dokter, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Saraf berpengalaman di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, setiap prosedur pemeriksaan dan pengobatan yang dijalani oleh pasien akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia, sehingga mungkin saja berbeda masing-masing rumah sakit. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tindakan pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan sesuai dengan kondisi pasien.
Siloam Hospitals menyediakan aplikasi MySiloam yang dapat digunakan untuk melihat informasi jadwal praktik hingga reservasi dokter pilihan. Lewat aplikasi ini, Anda pun bisa melakukan check in mandiri serta antre secara online, sehingga pasien tidak perlu menunggu terlalu lama di rumah sakit.
Sumber
Drugs. Pain Management: Types of Pain and Treatment Options. Diakses pada 2024 | Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI. Manajemen Nyeri. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Chronic Pain. Diakses pada 2024 | National Cancer Institute. Breakthrough Pain. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Chronic Pain. Diakses pada 2024 | Healthline. Types of Pain: Nociceptive Pain. Diakses pada 2024 | WebMD. What is Visceral Pain? Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Somatic Pain. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini






